09 Mac 2025

JALAN ITU MASIH PANJANG DAN BERLIKU

Ini adalah tulisan saya di MBM ARENA Yogyakarta, Oktober 1982 dalam rubrik PIKIRAN BULAN INI.



JALAN ITU MASIH PANJANG DAN BERLIKU 

oleh Syafrein Effendi 

Saudara

SELAMA sepuluh pekan kita disuguhkan berita perang dari Beirut. Saban malam kita saksikan, lewat kaca TV, kekejaman Israel yang tiada tandingannya di abad ini. Beirut Barat yang nampak begitu anggun berubah menjadi puing- puing berdebu. Usah ditanya berapa banyak orang-orang tak berdosa yang jadi mangsa. Ariel Sharon yang menjadi biangnya serangan-serangan itu mungkin lupa betapa sukarnya kelak anak cucunya menulis sejarah penjarahan luar biasa ini. Serangan gencar Israel (1 – 12 Agustus) yang menewaskan ratusan penduduk sipil - membuat Yasser Arafat tak punya pilihan lain kecuali keluar dari pengepungan itu. Mau bertahan terus? Ah, tak mungkin lagi. Israel begitu serius hendak menghancurkan apa saja, tak peduli rumah sakit, orang-orang jompo atau pun anak-anak. Sedangkan negara-negara Arab tak dapat diharapkan bantuannya. Mau tunggu apalagi! 

Saudara

Hari itu Sabtu, 21 Agustus 1982. Kita pun menyaksikan rombongan pertama evakuasi meninggalkan Beirut. Keberangkatan pejuang-pejuang PLO ini diiringi isak tangis, siraman bunga, dentuman senjata ke udara dan pekik perjuangan. Bermacam perasaan timbul ketika itu: haru, sedih, dan entah apalagi. Tak gampang dilukiskan dengan kata- kata. Namun keberangkatan itu pasti benar terjadi. Mereka yang ditinggalkan tak kuasa menahannya barang sejenak. 

Saat-saat bersama mereguk suka-duka dan pahit-maung perjuangan telah berlalu. Mereka pergi meninggalkan ayah-ibu, anak-isteri dan saudara-mara. Betapakah perasaan mereka tatkala perpisahan tak dapat lagi ditunda ? Entahlah. Kita hanya sempat menyaksikan eratnya pelukan seorang pejuang muda kepada isteri yang baru saja dinikahinya. Seorang pejuang yang lain mengelus-elus kepala anak bungsunya yang baru berusia satu minggu. Maklumlah, kepergian ini tak menjanjikan suatu pertemuan kembali. 

Saudara

Pada saat yang sama, kita pun menyaksikan penduduk Beirut Timur berpesta pora memuntahkan peluru ke udara. Begitu gembira nampaknya mereka dengan keberangkatan pejuang Palestina itu. Ada harapan membersit di wajah mereka : semoga tak ada perang lagi! Dan harapan itu wajar saja. Cuma, harapan itu entah kapan terwujud. Mengapa? 

Jawabnya dapat diduga. Israel tidak hanya bermaksud memusnahkan orang- orang Palestina untuk kemudian hengkang dari Lebanon. Itu tak akan terjadi. Begin dan Sharon, agaknya, ingin menancapkan kuku lebih dalam di negeri ini. Lebanon bakal dijadikan daerah penyangga dari serangan-serangan musuhnya. Sulit mengharapkan Israel segera angkat kaki. Upaya ke arah itu telah dilakukan Israel. Bashir Gemayel, misalnya, terpilih sebagai pengganti Elias Sarkis. Dia pro Israel. Hanya sebagian kecil saja yang mendukung presiden baru ini. Reaksi-reaksi tidak menyukai Gemayel bermunculan. Akhirnya Gemayel tewas oleh ledakan bom di markasnya. Dan ini petanda perang saudara itu akan terus berlanjut. Ini pulalah yang dinanti-nantikan Israel agar pasukannya tetap bercokol di situ. Kapankah rakyat Lebanon hidup tentram kembali? Jawabnya sekali lagi: Entahlah! 

Saudara 

Akan halnya penduduk Beirut Timur, Ariel Sharon pun tersenyum riang menyaksikan evakuasi itu. "'Enyahlah para teroris itu,” katanya angkuh. Memang benar para "teroris"" itu enyah dari Beirut. Tapi Sharon akan tersenyum sejenak saja. Sebab sekitar 4000 - 5000 pasukan PLO siap tempur di utara Lebanon dan lembah Bekaa, di belakang garis pertahanan pasukan Suriah. 

Dan perang akan selalu kita saksikan di sana. Pasukan PLO kini terpencar-pencar dengan nasib yang tak pasti. Sementara Israel akan menggunakan kesempatan baik ini melenyapkan para "teroris'' yang masih tercecer di Lebanon. 

Memang terjadi peristiwa yang dianggap penting seusai perang di Beirut Barat itu. Presiden Reagen mengajukan usul perdamaian sembilan pasal. KTT Liga Arab di Fez, Marokko, menelurkan Piagam Fez yang secara implisit mengakui eksistensi Israel. Yasser Arafat pun beralih ke kelompok moderat. Semua itu oleh beberapa pihak dipandang sebagai titik cerah bagi penyelesaian masalah Timur Tengah. Namun di pihak lain hal itu tak membawa perubahan apa-apa. Bahkan ada pula yang menilai Piagam Fez merupakan langkah mundur negara-negara Arab dan PLO. 

Dan benar juga. Rencana perdamaian itu tak mungkin dapat menyelesaikan perdamaian secara menyeluruh. Sebab apa? Pertama, Uni Soviet, sebagai negara Super Power, tak diikutsertakan. Padahal ini penting usul KTT Fez tidak "dikacaukan" kembali oleh Uni Soviet di Dewan Keamanan. Apalagi persetujuan Moskwa 1972 menyatakan, kedua belah pihak (AS-US) akan sama-sama mengusahakan perdamaian di berbagai kawasan yang dipandang dapat membahayakan perdamaian dunia. Nyatanya, dalam masalah Timur Tengah ini, Amerika mengenyampingkan Uni Soviet. Kedua, prakarsa damai Presiden Reagen masih sangat kabur dan jelas-jelas tak menginginkan adanya suatu negara Palestina. Sedangkan Piagam Fez tak bakal digubris Israel. Dengan perlengkapan militer yang tangguh, Begin tak merasa perlu berunding dengan negara-negara Arab. 


Lalu apa jadinya Timur Tengah? Yah, tetap begitu-begitu saja. Pertikaian demi pertikaian tak bakal selesai. Darah akan terus mengucur di Lebanon. Negara-negara Arab tetap saja bertengkar sesamanya. Sedangkan Israel tak bakal berhenti mengejar-ngejar "teroris" Palestina. Masih adakah mimpi tersisa untuk mendirikan sebuah negara merdeka di Tepi Barat Sungai Yordan dan Jalur Gaza yang bernama Palestina ? Kalau, jawabnya "ya tak ada pilihan lain kecuali memiliki kekuatan militer yang mampu menandingi Israel. 

Dan jangan lupa kalian (negara-negara Arab) mesti bersatu. Jangan gunakan senjata membunuh diri sendiri. Mithos bahwa Israel tak terkalahkan harus segera hilang. Bukankah mithos itu pernah dipatahkan Mesir ketika perang Yom Kippur? Nah, dengan itu sajalah Israel dapat digiring ke meja perundingan. Bila tidak, jalan menuju ke negeri idaman itu panjang, malah berliku-liku. Atau akankah kalian terus mendendangkan bukan saja nyanyian panjang dengan suara parau: Biladi, biladi!

Sanggar Lancang Kuning, 15-9-1982. 

ARENA OKTOBER/TH VIII/82



28 Mac 2018

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #11

Al-Miqah artinya cinta dan orang yang mencintai disebut wamiqun.

Jika cinta berakhir dengan kesedihan dinamakan al-wajd. Jadi istilah ini tidak digunakan untuk pengertian cinta secara umum tapi hanya cinta yang berakhir dengan kesedihan.

Istilah cinta yang lain, ialah al-kalaf. Jika dikatakan, “kaliftu bihadzal-amri,” artinya, “saya mencintainya.” Ia juga berarti warna merah yang kehitam-hitaman atau bintik merah kehitam-hitaman di wajah.

Kadang orang yang mencintai sanggup menjadi hamba abdi orang yang dicintainya. “Tayyamahul hubb,” orang yang diperhamba cinta.

Luqath bin Zurarah bersyair:-

تامَت فؤادَك لو يَحْزُنْك ما صنعت # احدى نساءِ بني ذهل بن شيبانا
Hatimu diperhamba saat dirundung kesedihan
oleh seorang wanita dari bani Dzuhl bin Syaiban

Melaka, 26/3/2018 15:36

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #10

Tersebarlah berita tentang isteri al-'Azîz, pembesar negeri Mesir, yang jatuh cinta dengan Bujangnya (pelayannya) dengan cinta yang sangat mendalam.

Pun sampai pula kepada sekelompok wanita di kota itu. Mereka ramai memperbincangkannya dan mengatakan, "Istri al-'Azîz (pembesar kerajaan) telah menggoda dan memperdaya Bujangnya untuk mengikuti keinginannya. Cintanya kepada pemuda itu sangat mendalam.

Sekelompok wanita itu yakin, jalan yang ditempuh oleh isteri al-'Azîz terhadap Bujangnya adalah kesesatan dan kesalahan yang nyata.

Cinta yang sangat mendalam tersebut termaktub dalam Al Quran:-

قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا
Sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. (Yusuf: 30)

Artinya cintanya terhadap Bujangnya telah merasuk ke dalam lubuk hatinya.

Cinta yang sangat mendalam hingga merasuk masuk ke lubuk hatinya ini dinamakan syaghaf (شَغَف).

Al-Syaghaf adalah lapisan yang membungkus hati atau kulit yang membungkus. Artinya cinta seseorang itu mencapai kulitnya.

Ibnu Abbas mengartikan ayat di atas, “cintanya merasuk hingga melewati kulit hati.”

Melaka, 21/3/2018 15:29 ==> BERSAMBUNG

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #09

Pasangan cinta adalah kerinduan. Pengalaman orang Arab apabila rindu dalam bercinta ini disebut ash-shabwah dan ash-shababah.

Asal makna kata ash-shabwah adalah condong kepada sesuatu. Asal kata ini dikaitkan dengan cinta karena lelaki yang suka kepada wanita yang kekanak-kanakan.

Dalam surah Yusuf ayat 33 kata ini digunakan dalam bentuk أَصْبُ (aku akan cenderung).

Apabila orang Arab dalam kerinduan yang sangat halus atau kerinduan yang sangat membara atau rindu dendam mereka menggunakan istilah ash-shababah seperti dalam syair ini:-

Engkau tidak bisa merindukan (تَصَبُّ) orang yang berlalu
jika yang engkau rindukan tidak merindukanmu

Melaka, 20/3/2018 16:10 ==> BERSAMBUNG

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #08

Sebelum ini istilah al-hawa ini sering dikonotasikan untuk istilah cinta yang tercela karena cinta ini menjadi nafsu dan hasrat orang yang memilikinya. Namun adakalanya istilah al-hawa juga digunakan untuk cinta yang terpuji sekalipun dengan batasan tertentu seperti sabda Nabi صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :-

لا يؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعاً لما جئت به

Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman sehingga hasratnya mengikuti apa yang kubawa (Al Baghawy dalam Syarah Al Sunnah, 1: 213)

Dalam Shahihain, ‘Urwah menyebutkan bahwa Khaulah binti Hakim termasuk wanita yang memasrahkan dirinya kepada Nabi صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , lalu Aisyah berkata, “Tidak malukah seorang wanita memasrahkan dirinya kepada seorang lelaki?”

Tatkala turun ayat:-

تُرْجِي مَن تَشَاءُ مِنْهُنَّ 

Kamu, Muhammad, menunda giliran untuk mendekati istri-istrimu sebagaimana kamu suka. (33: 51) saya berkata, “ wahai Rasulullah, saya tidak melihat Rabb engkau melainkan Dia ingin segera memenuhi hasrat (hawa) engkau.

Dalam kisah tawanan perang Badar, Umar bin Al Khattab berkata, “Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ berhasrat (hawa) terhadap pendapat Abu Bakar dan tidak berhasrat terhadap pendapatku (diriwayatkan dalam Sahih Muslim.)

Dalam as-Sunan disebutkan bahwa ada seorang A’ raby yang berkata kepada Nabi صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , “Saya datang bertanya kepada engkau tentang (hawa) nafsu.”

Lalu baginda صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda, seseorang itu bersama orang yang dicintainya.” (Bukhari dan Muslim)

Melaka, 19/3/2018 22:37 ==> BERSAMBUNG

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #07

AL-HAWA (hasrat, nafsu, keinginan) adalah kecenderungan jiwa kepada sesuatu. Kata ini bentukan dari akar kata hawiya - yahwa - hawan (هوِيَ - يهوى - هوى).

Disebut al-hawa karena ada hasrat dan keinginan terhadap orang yang dicintai.

Seorang penyair mengguna kata hawa ini seperti puisi berikut:-

إن التي زعمت فؤادَك مَلّها # خُلِقت هواك كما خلِقتَ هوًى لها

Yang berhasrat merebut hatimu telah bosan
lalu hasratmu dicipta seperti yang engkau inginkan 

Jika dikatakan si Fulan berhasrat (hawa) kepada si Fulanah, maksudnya si Fulan itu berkeinginan kepada si Fulanah.

Istilah al-hawa ini sering dikonotasikan untuk istilah cinta yang tercela, seperti firman Allah:-

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ ﴿٤٠﴾ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ﴿٤١﴾

Dan barangsiapa yang takut akan kebesaran dan keagungan Tuhannya, yang mengendalikan diri dari hawa nafsu, tempat tinggalnya adalah surga yang menyenangkan. (79: 40-41)

Melaka, 18/3/2018 11:47 ==> BERSAMBUNG

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #06

Al-‘Alaqah (hubungan, segumpal darah) disebut juga al-‘alaq dengan wazan (timbangan/setara) dengan al-falaq, bisa juga dikaitkan dengan istilah cinta. Al-Jauhary mengatakan Al-alaqah juga berarti nafsu.

Seorang penyair berkata:-

ولقد أردتُ الصبرَ عنكِ فعاقني   علق بقلبي من هواكِ قديمُ


Aku ingin bersabar menghadapi dirimu
tapi nafsu yang terpendam lama menghalangiku

Sedangkan al-‘Aliqu juga bisa diartikan mencintai dengan segenap hati.

Cinta disebut dengan kata al-‘alaqah (hubungan) karena hati selalu ingin berhubungan dengan orang yang dicintai.

Dikisahkan dalam seuntai syair:-



أعلاقةً أمَّ الوُلَيدِ بعد ما    أفنانُ رأسِكِ كالسَغَام المُخْلِصِ  

Hubungan antara ibu dan sang putra
laksana uban yang bercampur rambut yang hitam

Melaka, 17/3/2018 1:20 ==> BERSAMBUNG

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #05

Terdapat dua cinta pada manusia yakni cinta kepada keduniaan; lebih khusus lagi cinta (kecenderungan) bani Adam yang menyalahi fitrahnya yaitu cinta kepada selain Allah.  Cinta kemusyrikan. Cinta orang-orang beriman kepada Allah mempunyai kadar cinta yang lebih besar, seperti termaktub dalam ayat:-

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللَّـهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّـهِ ۖ 

... sebagian manusia yang sesat pikirannya masih saja ada yang menjadikan selain Allah sebagi Tuhan. Mereka menyembahnya seperti menyembah Allah dan memeperlakukannya seperti Allah. Akan tetapi orang yang beriman menerima hanya kepemimpinan Allah semata dan tidak akan terputus ketaatannya pada Allah .... (2: 165)

Orang beriman lebih mencintai Allah lantaran ia mendapat imbalan di dunia, antara lain:-

  • Orang yang bertakwa kepada Allah segala urusannya terasa mudah
  • Orang yang bertakwa kepada Allah dihapusnya kejahatan pada dirinya (Al- Talaaq: 4-5)

Melaka, 16/3/2018 ==> BERSAMBUNG

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #04

Masih tentang cinta mahabbah, kali ini perihal cinta umat kepada RasulNya, Muhammad (صلى الله عليه وسلم):-

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّـهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّـهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّـهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٣١﴾

Katakan, "Kalau kalian benar-benar jujur dengan pengakuan cinta dan ingin dicintai Allah, ikutilah perintah dan laranganku, karena aku adalah penyampai risalah Allah. Hal itu akan membuat Allah mencintai dan memberimu pahala, yaitu melalui pemberian karunia kepadamu dan pemaafan kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang kepada hamba-Nya." (3:31)

Cinta ini adalah satu kemestian lantaran baginda yang dipercayai membimbing aturan agama yang bersifat ghaib (berdasarkan wahyu).

Wujud cinta adalah ketaatan, dan taat kepada selain Nabi (صلى الله عليه وسلم) merupakan satu kerugian, salah jalan:-

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ ﴿١٤٩﴾

Hai orang-orang yang beriman, jika kalian mengikuti ajakan lisan maupun perbuatan orang-orang kafir--baik yang jelas-jelas menampakkan kekafirannya maupun yang tidak menampakkannya--kalian akan dikembalikan kepada kekufuran. Akibatnya, kalian akan menderita kerugian dunia dan akhirat. (3:149)

Sebuah pilihan cinta yang tak berbelah bagi. Tulusnya cinta seseorang kepada Allah dan RasulNya, meniadakan kecintaan kepada yang lain.

Melaka, 15/3/2018 08:03 ==> BERSAMBUNG

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #03

Al-Quran menyebut tentang cinta dalam bentuk yuhibb, yastahibb di beberapa ayat berkenaan dengan keburukan dan kebaikan. Cinta yang berkaitan dengan keburukan, seperti:

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَأَنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ ﴿١٠٧

Murka Allah yang berhak mereka terima itu disebabkan oleh kecintaan mereka yang sangat pada kesenangan dan perhiasan-perhiasan duniawi yang semu. Cinta itulah yang memalingkan diri mereka dari kebenaran dan membutakan mata hati mereka dalam memandang kebaikan. Allah membiarkan orang-orang itu dalam kekufuran yang menjadi pilihan mereka. Sebab sudah menjadi ketentuan Allah yang berlaku pada manusia untuk membiarkan orang-orang seperti itu dan tidak memberikan petunjuk karena mereka selalu melakukan kebatilan dan larut dalam kepalsuan. 

Frasa istahabbul hayaataddunya, maksudnya mereka mengutamakan dan mendahulukan kehidupan dunia. 

Cinta kepada kebaikan, misalnya:

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّـهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّـهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ ﴿١٩٠

Di antara ketakwaan kepada Allah adalah menanggung beban dalam menaati-Nya. Dan beban terberat bagi manusia adalah berperang melawan musuh-musuh Allah yang menyerang lebih dulu. Dari itu, janganlah kalian lebih dulu menyerang atau membunuh mereka yang ikut berperang dan mereka yang tidak ada sangkut pautnya dengan peperangan itu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai mereka yang melampaui batas.

Maka Allah menghendaki kebaikan dan memberi pahala kepada hambaNya (محبة الله لعباده).

Melaka, 14/3/2018 8:07 ==> BERSAMBUNG

17 Mac 2018

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #02

Terdapat banyak tanda atau gejala orang yang sedang dilanda cinta  mahabbah ini, antara lain:-
  • Kecenderungan terus menerus disertai hati yang meluap-luap
  • Mendahulukan kepentingan orang yang dicintai ketimbang hal lain di sekitarnya 
  • Menuruti keinginan orang yang dicintai tatkala sang kekasih ada di sampingnya atau tidak 
  • Menyatukan keinginan orang yang mencintai dan orang yang dicintai 
  • Mendahulukan keinginan orang yang dicintai 
  • Menyedikitkan yang banyak dan memperbanyak yang sedikit demi orang yang dicintai 
  • Hati orang yang mencintai tak terbendung untuk tidak mengingat orang yang dicintai 
  • Menyerahkan apa pun yang ada pada dirinya kepada orang yang dicintai sehingga tidak ada lagi yang tersisa
  • Menyingkirkan apa pun yang ada di dalam hatinya kecuali orang yang dicintai 
  • Kecemburuan terhadap orang yang dicintai seandainya kehormatannya ada yang berkurang
  • Keinginan yang tidak pernah berkurang karena kekeringan dan tidak bertambah karena basah
  • Menjaga batas. Jadi tidak benar orang yang mencintai namun melanggar batas
  • Rela mengerjakan apa pun yang disenangi orang yang dicintai 
  • Tidak boleh lalai apa pun yg terjadi 
  • Bara yang membakar hati karena keinginan orang yang dicintai 
  • Mengingat sang kekasih sebanyak nafas berhembus 
  • Hati yang buta untuk melihat orang selain yang dicintai, tuli untuk mendengar selainnya, seperti yang diriwayatkan Imam Ahmad, “kecintaanmu kepada sesuatu bisa membuat buta dan tuli.” — حبك للشيء يعمي ويصم
  • Kecenderungan secara total kepada orang yang dicintai kemudian engkau rela mengorbankan diri, nyawa dan hartamu demi dirinya kemudian engkau mengikutinya secara sembunyi atau terang-terangan 
  • Tenang tapi gundah, gundah tapi tenang. Hati menjadi gundah kecuali setelah berdekatan dengan sang kekasih. Hati menjadi gundah karena rindu kepadanya dan menjadi tenang tatkala berdekatan dengannya
  • Gerakan hati yang tiada berhenti mengingat sang kekasih dan ketenangan tatkala bersanding dengannya
  • Ingin berdamping dengan orang yang dicintai selama-lamanya 
  • Orang yang dicintai harus lebih dekat dengan orang yang mencintai ketimbang dengan ruhnya sendiri
  • Usahamu untuk membuat sang kekasih menjadi ridha
  • Keinginan agar yang dicintai selalu hadir di sisi orang yang mencintai 
  • Harus ada keseimbangan antara jauh dan dekatnya orang yang dicintai dengan orang yang mencintai 
  • Keteguhan hati terhadap orang yang dicintai dalam menghapi canda dan menganggap kritikan serta celaan sebagai angin lalu
  • Pengabdian 

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #01

Ya cinta yang mana yang kita maksudkan. Cinta itu berkaitan qalb. Banyak jenis cinta ini. Ada namanya mahabbah, alalaqah, al hawa (nafsu, hasrat, keinginan), shobwah (kerinduan), shobbabah (kerinduan yang halus), asy Syaghaf (cinta yang mendalam), Al miqah, al Wajd (cinta dgn rasa sedih), al-Kalaf (cinta yg mendalam), attayyum (penghambaan), al-‘isyqu (cinta yg meluap-luap ). 
Ini hanya sekadar contoh dari puluhan istilah cinta yang pernah dialami manusia. 
Jadi cinta yang mana yang kita maksudkan? Jangan jangan kita bicara cinta tapi masing-masing beda maksudnya. 

Jika cinta yang kita maksudkan mahabbah, maka ini berkaitan dengan luapan hati dan gejolaknya saat dirundung keinginan untuk bertemu dengan kekasih. Ada juga yang mengartikan dengan tenang dan teguh  seperti onta yang tenang tdk mau bangun lagi setelah menderum. 

Jadi org yang mencintai itu telah  mantap hatinya terhadap (orang) yang dicintai dan tidak terbetik utk beralih darinya. Tapi ada yang mengartikan sebaliknya yaitu gundah dan tidak tetap spt anting-anting disebut dengan _hiba_ karena tdk pernah diam berada di telinga. ==> BERSAMBUNG

24 April 2017

Puisi 2 baris Tarafah bin al-Abd

Tarafah bin al-Abd salah seorang penyair Arab pra Islam yang terkenal. Di bawah ini merupakan puisi dua baris (couplet) yang dianamakan  "baḥr al-ramal." Dia berbicara mengenai kemurahan hati kaumnya.

نحن في المَشْتاةِ ندعو الجَفَلَى

لا ترى الآدبَ فينا يَنْتَقِرْ

Meski dalam khemah musim dingin
kami tetap mengundang semua orang menyertai jamuan
Engkau tidak akan menemui siapa pun seperti ini mereka hanya mengundang kalangan yang terpilih sahaja.
Dia menyebut khemah musim sejuk kerana musim sejuk ditandai
oleh kekurangan bahan makanan. Demikianlah cara Tarafah memuji kabilahnya.

Arab padang pasir mempunyai dua jenis mengundang orang menghadiri jamuan iaitu:

(1) Jafala (الجَفَلَى), menjemput semua ahli-ahli kabilah atau masyarakat untuk mengambil bahagian dalam majlis makan malam.

(2) Naqara (نقرى) hanya mempelawa ahli-ahli yang terpilih sahaja.

Puisi ini berpola: (1)dan da dan dan (2) dan da dan dan (3)  da da dan

Anatomi kuplet ini seperti berikut:

Baris 1:
nah nu fil mash (dan da dan dan)
ta ti nad 'ul (dan da dan dan)
ja fa la (da da dan)

Baris 2:
laa ta ral aa (dan da dan dan)
di ba fii naa (dan da dan dan)
yan ta qir (da da dan)

Melaka, 23/04/2017

Syafrein Effendi Usman



12 September 2015

Scores crushed to death in Haram crane disaster

From Arab News. Siraj Wahab & Mohammed Rasooldeen - Sun, Sep 13th 2015 12:31 AM
MAKKAH: Eighty-seven people died and 201 were injured when a crane collapsed inside the Grand Mosque in Makkah amid strong winds and heavy rains on Friday evening.
The crane, being used for ongoing expansion work, fell while heavy storms were lashing the city, said eyewitnesses. Lightning struck the crane before it collapsed, one of the eyewitnesses said.

Makkah Gov. Prince Khaled Al-Faisal ordered an immediate inquiry into the disaster. He reached the accident site soon after the tragedy occurred.
He urged authorities to provide the best treatment to the injured. Accordingly, a committee has been set up to investigate the tragedy.

The nationalities of the dead are yet to be ascertained.

Pakistan has confirmed that 14 of its nationals were injured in the crane crash.
Consul General Aftab Ahmed Khokher said: “We have confirmation of 14 injuries from among our nationals.”

He told Arab News that nine of the injured are being treated in one hospital and five in another.

He said his team is in Makkah and on the job. “They are visiting various hospitals to find out more details about Pakistani pilgrims,” he said.

The Bangladesh Consulate in Jeddah told Arab News that 25 Bangladeshis were injured. A senior diplomat from the mission said the consulate does not know whether the injured are pilgrims or workers. “Since it was a worksite, possibly the majority of them may have been construction workers.”

Mohammed Niyaz, an official from the Sri Lankan mission who deals with the island’s pilgrims, said no Sri Lankan pilgrim casualties were reported
.
Indian Consul General B.S. Mubarak confirmed that nine Indians were among the injured.
“We have no reports of any fatalities among Indians at the moment,” he told Arab News from Makkah.

He said the Saudi authorities quickly took control of the situation.
“They closed some entry points into the Grand Mosque, but many gates remained open,” he said. “I prayed Isha at the Grand Mosque and everything was normal.”

Mubarak, who has been camping in Makkah to look after Indian pilgrims for the past week, said pilgrims inside the mosque were busy in prayers. “There is no panic at all,” he said. He said a crane came crashing down just before Maghreb. “Part of it fell into the mataf area,” he said. “When I went in there were shards of glass and pieces of concrete in one particular area.”

Mohammed Wakeel, a pilgrim from Parbhani, India, said the weather was very bad before Maghreb. “The winds were blowing at a ferocious speed and it felt like a cyclone was on the way. Minutes later, the clouds opened. There was heavy rain. It was frightening and then the streets of Makkah were filled with rainwater,” he told Arab News from Makkah. “It all happened in a matter of minutes.”

Malaysian media reported that six Malaysians were among the injured.
A Malaysian diplomat in Jeddah, however, told Arab News that there was no official confirmation about injured Malaysians.

Sheikh Abdul Raheem, who was in Makkah at the time of the incident, said he and his colleagues had just finished their Asr prayers when the incident happened.
“There was a huge sandstorm followed by thunder, lightning and then heavy downpour.
“We went inside the new Haram, and suddenly lightning struck one of the cranes. It crashed with all the steel and hit one of the pillars of the new haram and fell into the mataf,” he said, recalling with horror how debris fell only a few meters from them. “We saw people dying before our eyes in the mataf area.”

Iqbal Hossain, who had gone to Makkah from Riyadh to see his parents who came from Dhaka, told Arab News: “I was outside the mosque … and I heard a loud sound.” Then he heard the sirens of the ambulances and Civil Defense vehicles, he said, adding that rescue teams immediately arrived on the scene and rushed the injured to the nearest hospitals. A video clip taken at the time of the tragedy showed pilgrims shouting Allah-o-Akbar (There is no God but Allah!)

The Civil Defense deployed more than 15 teams in addition to officials from the Saudi Red Crescent Authority and their vehicles.

Pakistan Ambassador Manzoor Ul Haq said that he was deeply saddened. “We pray for all those who died in the incident and wish those injured a speedy recovery,” the envoy said, adding that all affected were Muslims and everyone has to sympathize with them.
In view of the anticipated rains, citizens and visitors to Makkah were earlier advised to stay away from streams and pools of water.

Brig. Ahmed Duluubi, chief of Civil Defense in Makkah, said his agency had made all preparatory arrangements for any emergencies based on the weather reports issued by the Presidency of Meteorology and Environment.

The Presidency of Meteorology and Environment predicted on Friday heavy rainfall, continuous thunderstorms accompanied by rising dust and dusty winds which were likely to limit visibility in areas such as Asir, Jazan, Al-Baha, Makkah and Madinah, while the sky was partly cloudy with a chance of rain in Hail, Qassim, Al-Jouf and Tabuk.

Last year, floods caused by torrential rain swept through parts of Makkah and Hail killing two people and injuring several others. The inclement weather also caused power cuts and damaged hundreds of cars across Makkah neighborhoods.

10 September 2015

MEMAHAMI PUISI517 (PUISI LIMA TUJUH BELAS)

Oleh Muhammad Rois Rinaldi

Sebelum Menulis Puisi517, Silakan Dicermati Tulisan Ini

PUISI517—awalnya dinamakan Puisi Sujud—telah digagaskan oleh Syafrein Effendi Usman pada 13 Januari 2013 dan diperkenal melalui beberapa grup puisi di Facebook pada 13 Julai 2013/5 Ramadan 1434.  Dengan acuan jumlah shalat lima waktu. Di mana jumlah larik mengikuti jumlah shalat dalam satu hari satu malam, yakni lima larik. Kemudian jumlah kata mengikuti jumlah rakaat shalat dalam satu hari satu malam, 17 kata. Untuk judul, diwajibkan hanya mengandung 1 kata. Hal ini dikorelasikan dengan tauhid yang terkandung dalam surat Al-Ikhlas: Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

Berkaitan dengan penawaran kebaruan, tidak dapat dikatakan baru dalam pengertian yang umum. Tidaklah akan dinyatakan bahwa Puisi517 memiliki hal yang sangat berbeda melampaui kebiasaan berpuisi di zaman ini sebagaimana kerap diklaim oleh orang-orang yang berusaha membuat wacana pembaharuan. Puisi517 tidak menawarkan kebaruan yang melampaui batas puisi di zamannya. Masih sama, ia adalah puisi yang lazimnya ditulis oleh kebanyakan orang. Terdiri dari kata-kata, berbentuk larik-larik yang membentuk bait-bait. Sebagaimana yang dikatakan oleh penggagasnya, Syafrein Efendi Usman, Puisi517 hadir sebagai hasil dari inovasi bukan meruntuhkan yang sudah ada.

Penawaran dari Puisi517 adalah bentuk, sebagaimana yang telah dipaparkan di muka. Bentuk tersebut baik juga tidak dipandang sebagai sekadar bentuk, melainkan sebagai usaha mencercap pemahaman batiniah mengenai fungsi puisi bagi diri dan pembaca dan juga puisi yang akan berhadapan dengan persoalan-persoalan transenden semisal hakikat kata di mata Sang Pencipta. Puisi517 dengan bentuk shalat adalah sebagai refleksi kesadaran akan ketidakberdayaan manusia di alam semesta, maka puisi517 menyarankan untuk tidak memuat sesuatu yang profan. Ada nilai-nilai kesadaran yang ditawarkan.

Puisi517 tidak berada dalam ruang ekstrem (tatharruf), ianya berdiri di tengah (Tawassuth wal I’tidal), di mana seseorang meletakkan emosinya dengan proporsional, tidak menunjukkan kemarahan yang luar biasa, melainkan menunjukkan kesadaran dari kemarahannya tersebut. Sejalan dengan itu, kesedihan-kesedihan dalam Puisi517 juga diharapkan diperlakukan dengan proporsional, tidak meraung-raung seperti orang yang ditinggal mati kekasihnya lalu mencabik-cabik pakaiannya sembari meratap berhari-hari. Yang diharapkan Puisi517 adalah kesadaran mengenai kesedihan itu.

Lebih lanjut, penyair adalah mereka yang memahami posisi dan kondisi, ia yang tidak terbelunggu oleh persoalan prasangka buruk, prinsip hidup yang buta, kepentingan subyektif, fanatisme, dan pembanding-pembanding pemahaman yang tidak objektif (berkecenderungan). Puisi517 mengharapkan penyair lebih mengedepankan suara hati spiritual (self conscience). Suara hati spiritual tidak selalu langsung berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, melainkan dapat dimaknai seluas-luasnya.

Berarti Puisi517 sifatnya kaku? Tidak! Silakan diperhatikan secara seksama pada diri kita masing-masing. Seorang penjahat sekalipun memiliki suara hati spiritual (self conscience), di mana kemungkinan pencapaian mengenai segala hal yang berkaitan dengannya terbuka sangat luas. Dalam diri penjahat ada rasa rindu pada ketenteraman pelukan Sang Pemilik kehidupan, baik ia tunjukkan atau tidak. Dalam diri seorang penjahat memiliki kehendak untuk mencintai dan menjaga orang-orang yang dikasihinya. Dalam diri penjahat ada rasa percaya pada kebaikan dan harapan-harapan yang juga baik. Tidak ada yang kekakuan dalam Puisi517. Bahkan, Orang-orang yang berdiri di tengah (kesadaran) mampu berpikir di luar pemikiran kebanyakan orang (out of the box). Mampu menjangkau hal-hal yang tidak terpikirkan oleh orang-orang yang emosional.

Kemudian ada pertanyaan, berarti dalam pengertian yang lebih khusus, Puisi517 hanya diperbolehkan bagi karya-karya religius (ketuhanan)? Tidak, suara hati spiritual (self conscience) pengertiannya luas. Suara hati adalah ia yang mengembara di antara reruntuhan peradaban manusi dan sekumpulan manusia yang tengah membangun peradabannya. Suara hati adalah yang berada di antara kehidupan dan penghidupan. Suara hati adalah yang tegak di antara rasa dan perasaan. Jadi, tema Puisi517 boleh sangat luas. Adapun yang dipaparkan di muka sebagai pemahaman awal, pondasinya yang tidak lain tidak bukan adalah kesadaran, idak tendensius, sebagaimana arah kompas sejarah yang senantiasa dibengkokkan oleh kepentingan. Penyair tidak boleh ikut mudah dibengkokkan. Maka, menulislah apa saja, tema yang mana saja. Puisi517 adalah kebebasan yang dipulangkan ke dasar kesadaran.

Disarankan, Puisi517 tidak mengandung kalimat-kalimat yang tabu bagi Masyarakat Timur. Hal ini disarankan bukan untuk mengekang, melainkan untuk kembali pada akar rumput. Ketabuan adalah bagian dari kebudayaan timur, jika ketabuan ditiadakan dalam masyarakat kita (timur) maka sejatinya kita tengah membuang ‘sesuatu’ yang berharga dalam diri kita. Meski demikian, Puisi517 tidak menerima perdebatan soal ketabuan ini. Sebagaimana peribahasa: “Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung”. Istilah tersebut rasanya sudah cukup sebagai informasi seberapa penekanannya mengenai katabuan.  Dan Puisi517 meyakini estetika yang benar-benar estetis lahir dari kesadaran.

Muasal Puisi517

Syafrein Effendi Usman sebagai penggagas Puisi517 memiliki pengalaman empiris tersendiri, sebelum akhirnya puisi dengan pola ini dipublikasikan. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya ia menulis haiku dengan pola 5-7-5, terdiri dari 17 suku kata. Kemudian ia tertarik dengan angka 17. Angka tersebut terasa sangat akrab dengan dirinya sebagai seorang Muslim dan pastinya semua Muslim sangat paham dengan angka 17.  Bertepatan dengan ketertarikan Syafrein terhadap angka 17, ia juga merasakan menulis puisi haiku dengan bahasa Melayu ternyata mengalami kendala yang cukup serius. Hal ini dikarenakan setiap kata memiliki suku kata dalam bahasa Melayu yang lebih banyak dibandingkan suku kata (moras) dalam bahasa Jepang.

Dari sanalah dimulai pencarian bentuk Puisi517. Syafrein terus menerus melakukan pengkajian untuk menemukan jawaban atas kegelisahannya. Hingga kemudian ia mencoba menulis puisi semacam haiku yang terdiri dari 17 kata dalam lima larik. Tidak selesai sampai di sana, perkembangannya kemudian mengkerucut pada jumlah rakaat dalam shalat dan susunannya mengikuti alur waktu shalat yang tertib. Jika dimulai dari Subuh, maka disusul Dzuhur, Ashar, Magrib, dan Isya. Jika dimulai dari Magrib, maka diikuti dengan Isya, Subuh, Dzuhur, dan Magrib. Begitu pun jika dimulai dari waktu yang lainnya.

Akhirnya, Syafrein Effendi Usman merasa mantap dan menemukan jawaban atas kegelisahan-kegelisahannya selama ini. Sesuai dengan kehidupannya sebagai seorang Muslim, ia gembira dapat menuliskan puisi yang berlandaskan rutinitas Muslim di seluruh dunia, yakni shalat: 5 waktu dalam sehari semalam dan semuanya tediri dari 17 rakaat ( 5 larik = solat lima waktu. 17 kata = 17 rakaat).

“Setiap aktivitas kita adalah ibadah jika dilaksanakan dengan niat ikhlas karena Allah. Ketika saya menulis puisi dengan pola 5 larik dan 17 kata, secara otomatis saya sadar bahwa saya adalah hamba Allah Yang Mahas Esa. Saya sadar bahwa saya wajib melakasanakan solat 5 waktu sehari yang rakaatnya berjumlah 17. Saya harus berusaha mencapai taqwa.” ujar Syafrein Effendi Usman dalam tulisannya mengenai Puisi517.

Menanggapi pengalaman empiris tersebut, saya rasa wajar dan layak jika kemudian ia ingin berbagi kepada siapa saja yang sudi menerima gagasannya tersebut.   Apakah PUISI517 ini khusus membahas tentang ketuhanan, khususnya Islam saja? Masih menurut Syafrein Effendi Usman, dilihat dari segi pola tuangnya, PUISI517 terdiri dari 5 larik dan 17 kata. Siapa saja boleh menghasilkan karya kreatif lewat pola tuang ini. Temanya: Ketuhanan dan kerohanian mencakupi hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam.'

Dari kacamata penggagasnya, dilihat dari segi filosfisnya ‎Puisi517 adalah "hasil dari penghayatan dan interaksi saya sebagai Muslim yang beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan utusanNya, Nabi Muhammad s.a.w." Ia mencakupi:

  1. Nilai Tauhid (dilihat dari judulnya: 1 kata dan terletak paling atas sekali)
  2. Nilai Ibadah karena puisi ini mengacu kepada solat wajib lima waktu: acuan-acuan Subuh, Zohor,Asar, Maghrib, dan Isyak.)
  3. Nilai Akhlak sebagai hasil dari penghayatan Tauhid dan pelaksanaan Ibadah kepada Allah.

“Jadi, seorang penyair non Muslim dapat menghasilkan Puisi517 berpandukan dengan pola tuangnya saja. Bagi penyair Muslim seyogianya menghayati nilai-nilai filosfis tersebut.” pungkas Syafrein.


Pola dan Kaidah Puisi517

Selain beberapa hal yang sudah dipaparkan di muka, rasanya perlu dijelaskan kembali secara khusus beserta dengan contoh-contohnya untuk dipelajari lebih lanjut. Misalnya Puisi517 dengan pola Magrib. Di mana puisi dimulai dari bilangan rakaat dalam shalat magrib: 3 kata dalam satu larik. Kemudian dilanjutkan dengan Isya: 4 kata dalam satu larik, selanjutnya Subuh: 2 kata dalam satu larik, disusul oleh Dzuhur: 4 kata dalam satu larik dan terakhir ashar: 4 kata dalam satu larik. Berikut contoh dari Puisi517 pola magrib yang ditulis oleh penggagasnya sendiri:

DOA #1

Allahumma kumohon padaMu
lidah petah lembut basah
menyebut AsmaMu
hingga gegar getarnya menggoncang,
merasuk masuk dalam sukmaku

(Syafrein Effendi Usman, pengasas Puisi517)

Pada dasarnya, semua pola Puisi517 teknisnya sama, baik Pola Ashar, Magrib, Isya, Subuh, Maupun Dzuhur. Yang harus diingat adalah kerututan (tertib) dan jumlah kata sesuai dengan jumlah rakaat shalat pada waktu yang berkaitan.  Untuk mempermudah pemahaman, berikut macam-macam pola Puisi517 beserta jumlah kata dan runutannya: Magrib: larik pertama 3 kata, larik kedua 4 kata, larik ketiga 2kata, larik keempat 4 kata, dan larik kelima 4 kata (3-4-2-4-4).

Berikut contoh lain dari Puisi517 berpola Magrib:

MUHASABAH

air-mata menyungai pipi
desah isak meruah tumpah
robbighfirli robbighfirli
ampuni aku yaa Robb
menjelang malam menghisab diri

smg, 03.03.2015 [Puisi517 fomat Maghrib]
tema: Kerohanian

(Kang Ramdan, Semarang)

Subuh: : larik pertama 2 kata, larik kedua 4 kata, larik ketiga 4kata, larik keempat 3 kata, dan larik kelima 4 kata (2-4-4-3-4). Berikut contoh-contohnya:

MERUGI

Sungguh fakir
Ziarah kubur airmata mengalir
Amal ditebar riya’ diukir
Membilang fana tersihir
Insyaflah duhai, hati berdzikir

lifespirit, 22 July 2013 [Puisi517 fomat Subuh]
tema: Kerohanian

(Imron Tohari, Mataram)

Pasrah

sejuta harapan
kutitip di celah awan
rasa dalam kalbu membangkit
ketulusan yang hakiki
atas penilaianMu Ilahi.

(Kamaria Bte Buang, Singapura)

Dzuhur : larik pertama 4 kata, larik kedua 4 kata, larik ketiga 3kata, larik keempat 4 kata, dan larik kelima 2 kata (4-4-3-4-2). Berikut contohnya:

MANUSIA

dari napsu yang bumi
lupakah diri pada zamzam
insani--hati dibasuh
yang basah wajah amukmurka
o petaka!

Februari, 2015

(Risalah Najah, Pengurus Puisi517)

Ashar : larik pertama 4 kata, larik kedua 3 kata, larik ketiga 4 kata, larik keempat 2 kata, dan larik kelima 4 kata (4-3-4-2-4). Berikut contoh-contohnya:

NUH

Lautan manusia adalah petaka
yang tiba-tiba mengamuk
dan menenggelamkan kehidupan dalam
huru hara
—kapal-kapal karam tanpa tanda.

Kramat, 2015

(Muhammad Rois Rinaldi, Pengurus Puisi517)


BERBUDI

Biar berbudi bahasa beradap
bermadah baik bersantun
belajarlah bantu bahagiakan bonda
bila berdikari
barulah besar bermatang berakal.

Hasil Nukilan;
Gabriel Kim3 Mac 2015
Taman Mutiara,
Labuan.

(Gabriel Kim, Malaysia)


Isya’ : larik pertama 4 kata, larik kedua 2 kata, larik ketiga 4 kata, larik keempat 4 kata, dan larik kelima 3 kata (4-2-4-4-3).

SEPI

Sepi malam menguak duka
sesal kesal
meniti mati hati nurani
maksiat muncrat lesat mencelat
semoga neraka lewat

(Mirza Sastroatmodjo, Yogyakarta)


NAHKODA

masih kuarung luas samudra
mengayuh bahtera
mengeja atlas, membaca kompas
menghikmati karang dan gelombang
menuju negeri seberang

MH 030315

(Hayat Abi Cikal, Pandeglang)

Dalam Puisi517, ada tiga (5) pembagian lain  selain lima (5) pola yang dipaparkan di atas.  Yakni Puisi517-1, Puisi517-2, dan Puisi517-3, Puisi517-4, dan Puisi517-5. Tidak ada perbedaan nilai dari ketiganya. Dengan kata lain, masing-masing puisi dinilai sama, tinggal masing-masing penyair memilih mana yang lebih cocok dengan dirinya.

Puisi517-1 adalah puisi yang terdiri dari satu bait saja, sebagaimana yang dicontohkan pada puisi pola Magrib di atas. Jumlah bait satu dengan jumlah larik lima yang mengandung 17 kata. Jadi, angka 1, 2, 3, 4, dan 5 di belakang 517 menunjukkan jumlah bait dalam satu puisi. Dikatakan sempurna jika Puisi517 terdiri dari 1 (sebagai gambaran tauhid) atau 5 (sebagai gambaran jumlah waktu shalat) bait saja. Meski demikian, tidaklah masalah jika menulis Puisi517 dengan jumlah bait 2, 3, atau 4. Semisal puisi berikut ini:

TERPILIH

Nur Ilahi
Telah menyinari hati nuraninya
Terbukalah hijab seorang 'abid
Tampak Allah dahulu
Sebelum makhluk-Nya jelas kelihatan

Sampailah dia kepada Ma'bud
Melihat dengan sebenar syuhud
Wujud Hakiki Allah
Yang menerangi wujud makhluk
Menjadi nyata

Makrifat Allah
Menerangi makrifat alam sehingga
Alam itu dikenali melalui
Satu sumber iaitu
Allah sendiri. Tempat bergantung

#‎PUISI517 #‎eKSPRESIsENI
©Syafrein Effendi Usman 2013

Pertanyaannya, bagaimana jika melebihi lima bait? Karena shalat hanya ada lima waktu, maka tidak disepakati adanya Puisi517 yang melebihi 5 bait. Berikut contoh Puisi517 yang terdiri dari 5 bait yang dinilai memiliki nilai yang kurang lebih sama dengan Puisi517 1 bait:

Siklus

tiba masa
kelopak rekah kembang sempurna
burung kembali pulang sarang
dengan segenap cinta
mana lagi yang didustakan?

senja menghampiri rona jingga
menjelang malam nan tenang
cinta dini hari
altar suci berpendar cerlang
doa dilangitkan

alam berseru dalam pujian
puja seluruh semesta
keagungan Sang Maha Pencipta
berharap maghfira
limpahan karunia tak berkesudahan

fajar merekah indah
burung terbang lebah berdengung
bertasbih laku
memulung rizeki dalam kasih
dari pintu tak terduga

tiba saat untuk pulang
tak teringkari
pada titik pamungkas segala
lepas angan dan mimpi
pada ketiadaan hakiki

malang, 032015
(Puisii 517)


Ini disebut Puisi517 sempurna: jumlah bait ada lima sesuai hitungan jumlah waktu shalat dalam waktu 1 hari 1 malam. Dalam puisi Mba' Dewi Nurhaliza masing-masing bait mewakili masing-masing waktu shalat, secara berurutan sebagai berikut:

Bait pertama Puisi517 Subuh: 2-4-4-3-4
Bait kedua Puisi517 Dzuhur: 4-4-3-4-2
Bait ketiga Puisi517 Ashar: 4-3-4-2-4
Bait keempat Puisi517 Magrib: 3-4-2-4-4
Bait kelima Puisi517 Isya': 4-2-4-4-3

Puisi517 dikatakan sempurna jika ianya terdiri hanya 1 bait (sesuai dengan Tauhid Yang Esa) dan berjumlah 5 bait (sesuai dengan jumlah waktu shalat satu hari satu malam). Dalam 5 bait itu harus lengkap 5 waktu, tidak boleh satu semuanya magrib atau semuanya subuh atau satu di antara shalat wajib tidak terwakili dalam 5 bait tersebut.

Hal Lainnya

Tidak ada batasan bagi puisi jenis apa yang hendak ditulis: Retoris, Imajis, atau ekpresionis dan atau yang lainnya. Masing-masing bebas memilih alirannya masing-masing. Selama tidak bertentangan dengan ketentuan yang telah disampaikan mengenai Puisi517, tidak dipersoalkan. Begitu pula menyoal enjabemen dan sejenisnya, tidak ada soal, selama dapat dipertanggungjawabkan dan dinilai perlu—dilihat dari segi fungsinya. Tentu saja, semua hal harus dilandasi dengan pengetahuan, bukan sebaliknya.

Berkaitan dengan kekuatan puisi, tidak ada larik khusus yang menjadi acuan bahwa Puisi517 akan kuat jika larik terakhir begini atau begitu. Puisi517 akan kuat jika larik awalnya begini atau begitu. Semua kata dalam puisi adalah kekuatan yang tidak terpisahkan. Masing-masing mengisi fungsi estetis dan fungsi maknanya.

Apakah judul dalam Puisi517 harus kapital semua? Iya, harus. Apakah tidak diperkenankan menggunakan Licentia Poetica? Boleh di tubuh puisinya, dengan catatan yang menggunakan Licentia Poetica paham dengan apa yang ia lakukan. Bukan sembarangan dilakukan dengan cara yang semena-mena dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dan dipersilakan pertanyaan-pertanyaan lain mengenai Puisi517 diajukan, insya Allah dijawab oleh penggagasnya.

08 April 2014

MH370: Sabar menunggu khabar

Hari ini sudah masuk 32 hari pesawat penerbangan Malaysia Airlines (MAS) MH370 hilang dan operasi mencari masih lagi diteruskan sehingga ke hari ini.

Kejadian yang sama sekali tidak disangka pada 8 Mac lalu sememangnya mengejutkan bukan sahaja negara malah seluruh dunia.



MH370

Oleh T.K. Letchumy Tamboo dan Syafique Shuib


Pesawat Penerbangan Malaysia (MAS) MH370 berlepas dari Kuala Lumpur ke Beijing pada pukul 12.41 pagi pada 8 Mac  lalu tetapi tidak pernah sampai ke destinasinya. Penerbangan itu membawa 239 penumpang dan anak kapal dari 15 negara termasuk Malaysia. Penerbangan itu terputus hubungan dengan Kawalan Trafik Udara Subang di luar Kuala Lumpur dan masih hilang sehingga hari ini. Usaha mencari dan menyelamat yang melibatkan pelbagai negara, yang merupakan terbesar di dalam sejarah, bermula untuk mencari pesawat itu.

SAR dan siasatan setakat ini

Setelah kehilangan pesawat itu di perairan Vietnam, Teluk Thailand dan Laut China Selatan menjadi fokus carian di mana ia dipercayai berada. Dalam tempoh beberapa hari, kawasan diperluaskan kepada Selat Melaka dan Laut Andaman.

Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak pada 15 Mac, berkata misi SAR memasuki fasa baru, iaitu di koridor utara dan selatan. Australia dan Indonesia diberi tanggungjawab untuk mengetuai kawasan masing-masing. Sebanyak 26 negara yang terlibat dalam pencarian.

Najib Tun Razak

Pada 24 Mac, Najib mengesahkan dua analisis yang dibuat secara bebas iaitu Cawangan Siasatan Kemalangan Udara United Kingdom (AAIB) dan Inmarsat, dan membuat kesimpulan "yang tidak meragukan" bahawa pesawat telah hilang di bahagian selatan Lautan Hindi dengan tiada yang terselamat. Kesimpulan ini membawa kepada semua kawasan carian dihentikan, kecuali bahagian selatan Lautan Hindi, atau koridor selatan.

Pemangku Menteri Pengangkutan Datuk Seri Hishammuddin Hussein berkata, semua kakitangan MAS, jurutera yang terlibat dalam mengendalikan pesawat MH370 sedang disiasat oleh pihak polis manakala Ketua Polis Negara Tan Sri Khalid Abu Bakar berkata kehilangan MH370 disiasat di bawah Seksyen 130(C) Kanun Keseksaan bagi kesalahan merampas, keganasan dan sabotaj, Akta Kesalahan Keselamatan (Langkah-Langkah Khas) 2012 dan Akta Kesalahan Penerbangan 2003.

Polis kemudiannya merampas simulator penerbangan dari rumah Kapten Zaharie Ahmad Shah, juruterbang  MH370.

Pada 26 Mac diumumkan imej satelit berjaya mengesan 122 objek. Ia dirakam pada 23 Mac dan menunjukkan objek sepanjang satu meter hingga 23 meter. Kemudian, FBI mengumumkan bahawa analisis data dari simulator penerbangan yang diambil dari rumah juruterbang pesawat MH370 sudah selesai.

Imej satelit Thailand pula mendedahkan 300 objek, yang mempunyai ukuran dua hingga 15 meter, terapung di selatan Lautan Hindi, pada 27 Mac.

Satelit Thailand

Pada 30 Mac, Pihak Berkuasa Keselamatan Maritim Australia (AMSA) berkata beberapa objek yang  diambil oleh HMAS Success dan Haixun 01 pada hari Sabtu telah diperiksa dan dipercayai tidak berkaitan dengan MH370.

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott kemudiannya menyokong pandangan Najib bahawa laluan pesawat MH370 itu berakhir di selatan Lautan Hindi. Kementerian Pengangkutan juga mengeluarkan transkrip penuh komunikasi di antara pesawat MH370 dan Kawalan Trafik Udara Kuala Lumpur, yang tidak menunjukkan apa-apa yang luar biasa. "Good night Malaysian three seven zero" adalah perbualan terakhir dalam transkrip di antara pengawal trafik udara (ATC) dan kokpit.

Pada 5 dan 6 April, pengesan kotak hitam digunakan oleh kapal peronda China Haixun 01 mengesan dua denyutan pendek di selatan perairan Lautan Hindi. Satu lagi denyutan dikesan di selatan Lautan Hindi oleh Kapal Pertahanan Australia Ocean Shield kira-kira 300 batu nautika dari isyarat denyutan yang dikesan oleh Haixun 01.

Pada 7 April, kapal pertahanan Ocean Shield sekali lagi mengesan dua isyarat yang konsisten dengan yang dipancarkan oleh kotak hitam pesawat.

Ketua Pusat Penyelarasan Agensi Bersama (JACC) Angus Houston berkata isyarat "pinger" yang pertama dikesan selama dua jam 20 minit, manakala yang kedua ini dikesan selama 13 minit.

SAR di Perth

Apa yang kita tidak tahu

Lokasi sebenar
Fokus carian telah berubah berkali-kali sejak kawalan trafik udara terputus hubungan dengan pesawat Boeing 777 itu di antara Malaysia dan Vietnam. Ia bermula di Laut China Selatan, dan beralih ke arah Selat Melaka di sebelah barat. Kemudian kapal terbang dikesan isyaratnya setiap jam oleh sebuah satelit milik Inmarsat, sebuah syarikat British, selepas transponder pesawat dan semua sistem komunikasi telah ditutup dan menyebabkan Najib untuk mengatakan bahawa penerbangan berakhir di koridor selatan.

Kotak hitam
Kita tidak akan mengetahui apa-apa jawapan sehingga kotak hitam ditemui. Ia penting bagi melakukan siasatan lanjut kelak. 

Tiada bukti fizikal seperti mayat dan bangkai pesawat
Sejak beberapa bulan lepas, terdapat pelbagai “objek” yang dikesan satelit, terutama sekali dari satelit Australia, China dan Perancis. Walau bagaimanapun, beberapa "objek" itu didapati tidak mempunyai apa-apa kaitan dengan penerbangan yang hilang.

Teori konspirasi

Teori konspirasi

Sejak hari pertama kehilangan pesawat M370, pelbagai teori konspirasi timbul. Berikut adalah beberapa teori konspirasi:

Pesawat itu dirampas
Insiden itu disamakan dengan kejadian 9/11 dan pakar penerbangan percaya bahawa pesawat berkenaan mungkin telah dirampas walaupun tidak semestinya untuk tebusan atau tuntutan lain.

Rampasan melalui telefon bimbit
Kononnya telefon bimbit digunakan untuk mengodam sistem pesawat dan "menukar  kelajuan, ketinggian dan arah dengan menghantar isyarat radio kepada sistem pengurusan penerbangan. Ia kemudiannya boleh mendarat atau membuat pesawat terhempas dengan kawalan jauh."

Diego Garcia
Ada yang berkata bahawa MH370 telah dirampas oleh Amerika Syarikat dan kemudian diterbangkan ke pangkalan tentera Amerika Syarikat di Diego Garcia atau pesawat itu terus mendarat di pangkalan itu secara sendirinya. Teori terakhir dibangkitkan pada taklimat harian White House pada 18 Mac , Setiausaha Akhbar Jay Carney menjawab, "Itu tidak mungkin.”

Keganasan
Tiadanya panggilan kecemasan daripada juruterbang menunjukkan sama ada pesawat tersebut mengalami penyahmampatan letupan atau dimusnahkan oleh bahan letupan membawa kepada teori ini. Berdasarkan laporan, Malaysia juga amat terdedah terhadap ancaman aktiviti pengganas dan dijadikan sebagai negara transit dan perancangan bagi pengganas.

Letupan di atas kapal
Ada laporan berkata bahawa tekanan dalam kabin secara tiba-tiba boleh menyebabkan penyahmampatan letupan.

Masalah mekanikal
Pakar berkata pesawat yang berpatah balik kebiasaannya disebabkan terdapat kerosakan pada pesawat. Namun tiada panggilan kecemasan dilakukan oleh juruterbang.

Pesawat terhenti secara tiba-tiba
Sesetengah pakar mengaitkan beberapa persamaan di antara kejadian MH370 dan kehilangan Penerbangan Air France 447.

Kesilapan juruterbang
Juruterbang mungkin tidak sedar kapal terbang telah tersasar.

Pesawat ‘berhantu’
Beberapa teori konspirasi mencadangkan bahawa pesawat itu bertukar menjadi kapal terbang ‘hantu’ selepas setiap penumpang kapal terbang, termasuk juruterbang,  tidak sedarkan diri akibat tekanan kabin. Pada tahun 2005, penerbangan 522 Boeing 737 milik Helios Airways terhempas di Greece kerana juruterbang mati akibat hipoksia dan telah tersalah anggap tentang isyarat dan lampu amaran tekanan dan kepada isyarat keselamatan yang lain. Kru penerbangan yang mempunyai latihan juruterbang dan mampu untuk kekal sedar, cuba tetapi tidak berjaya untuk mengawal kapal terbang sebelum pengsan. Pesawat itu berada di udara selama dua jam sebelum kehabisan minyak dan terhempas.

15 Februari 2014

PUISI517: Puisi 5 Larik 17 Kata

PUISI517--awalnya dinamakan Puisi Sujud--telah digagaskan oleh Syafrein Effendi Usman pada 13 Januari 2013 dan diperkenal melalui beberapa grup puisi di Facebook pada 13 Julai 2013/5 Ramadan 1434.

Puisi517 adalah puisi yang acuannya terdiri dari 5 larik dan jumlah perkataannya 17 kata, seperti contoh berikut:

DOA #1

Allahumma kumohon padaMu
lidah petah lembut basah
menyebut AsmaMu
hingga gegar getarnya menggoncang,
merasuk masuk dalam sukmaku

Keterangan:

  • Tema: Ketuhanan/kerohanian
  • Judul mesti 1 (satu) kata
  • Contoh di atas mengikut acuan  acuan Maghrib (3-4-2-4-4). Boleh juga dengan acuan Subuh (2-4-4-3-4), acuan Zohor (4-4-3-4-2), acuan Asar (4-3-4-2-4), dan acuan Isyak (4-2-4-4-3)
Contoh lain Puisi517 dengan acuan Subuh:

MIKRAJ 
Subuh Jumaat
Ziarah suci ke langit
Antara minda dan rasa
Menitis air mata
Istighfar dari seorang hamba 

Ini contoh acuan Subuh yang ketat (rigid) tapi tidak semesti begitu. Ketat? Huruf pertama setiap baris sengaja direka untuk mewakili waktu solat: S(ubuh), Z(ohor), A(sar), M(aghrib),I(syak).

Melaka, 13 Julai 2013/5 Ramadan 1434.

SOALAN LAZIM (FAQ)

1. Mengapa saya membuat formula PUISI517?

Sebelum ini saya menulis haiku. Pola haiku ialah 5-7-5 terdiri dari 17 suku kata. Saya tertarik dengan angka 17 yang tidak asing bagi setiap Muslim, yaitu solat wajib 5 waktu (terdiri dari 17 rakaat). Dalam waktu yang sama, saya merasakan menulis haiku yang baik dalam bahasa Melayu agak sukar karena setiap kata menpunyai suku kat yang lebih banyak berbanding on (moras) dalam bahasa Jepang.

Lantas saya mencoba menulis puisi semacam haiku terdiri dari 17 kata dan 5 larik (PUISI517). Ini sesuai dengan kehidupan saya sebagai seorang Muslim yang melaksanakan solat 5 waktu sehari dan semuanya tediri dari 17 rakaat ( 5 larik = solat lima waktu. 17 kata = 17 rakaat.)

Setiap aktivitas kita adalah ibadah jika dilaksanakan dengan niat ikhlas karena Allah. Ketika saya menulis puisi dengan pola 5 larik dan 17 kata, secara otomatis saya sadar bahwa saya adalah hamba Allah Yang Mahas Esa. Saya sadar bahwa saya wajib melakasanakan solat 5 waktu sehari yang rakaatnya berjumlah 17. Saya harus berusaha mencapai taqwa.

Apakah PUISI517 ini khusus membahas tentang ketuhanan, khususnya Islam saja?

Dilihat dari segi pola tuangnya, PUISI517 terdiri dari 5 larik dan 17 kata. Siapa saja boleh menghasilkan karya kreatif lewat pola tuang ini.

Temanya: Ketuhanan dan kerohanian mencakupi hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam.

Judulnya harus 1 kata sebagai lambang Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dari segi filosfisnya #‎PUISI517 adalah hasil dari penghayatan dan interaksi saya sebagai Muslim yang beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan utusanNya, Nabi Muhammad s.a.w. Ia mencakupi

  1. Nilai Tauhid (dilihat dari judulnya: 1 kata dan terletak paling atas sekali)
  2. Nilai Ibadah karena puisi ini mengacu kepada solat wajib lima waktu: acuan-acuan Subuh, Zohor,Asar, Maghrib, dan Isyak.)
  3. Nilai Akhlak sebagai hasil dari penghayatan Tauhid dan pelaksanaan Ibadah kepada Allah.

Jadi, seorang penyair non Muslim dapat menghasilkan Puisi517 berpandukan dengan pola tuangnya saja. Bagi penyair Muslim seyogianya menghayati nilai-nilai filosfis tersebut.

08 Januari 2014

Map

+2° 16' 40.72", +102° 12' 49.75"
75250 Melaka
http://goo.gl/maps/DT7SC

Sent from my iPad

01 Januari 2014

Maksiat menjelang tahun baru

ASTRO AWANI melaporkan pasangan berstatus datuk dan nenek yang masih beristeri dan bersuami serta mempunyai cucu antara empat pasangan yang dicekup Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Kedah (JAIK) di Alor Setar awal pagi Rabu.

Penolong Pengarah Penguatkuasa Undang-Undang dan Syariah Negeri Kedah, Syeikh Mohd Roshidi Mahmud yang mengetuai operasi itu berkata, kedua-dua pasangan itu ditahan di sebuah hotel murah, di Simpang Kuala pada pukul 2.03 pagi.

Turut ditahan dalam operasi itu ialah sepasang pelajar dari sebuah institusi pengajian tinggi awam di Kulim serta dua pasangan berusia sekitar 20-an.

Selain pasangan berkhalwat itu, turut ditahan ialah enam pasangan yang berkelakuan tidak senonoh di tempat awam.

Sementara itu, dalam satu lagi operasi di Jalan Batas Paip, Kuala Kedah anggota JAIK terpaksa mengejar seorang lelaki yang melarikan diri ketika serbuan dibuat.

Lelaki berusia 29 tahun tahun itu, bagaimanapun datang semula ke rumah itu apabila dihubungi pasangannya yang berusia 19 tahun.

Pasangan yang mendakwa telah bertunang itu tinggal di rumah sewa berkenaan sejak beberapa bulan lepas.

Mereka bagaimanapun dibebaskan selepas butiran diambil dan JAIK mengarahkan lelaki itu  keluar dari rumah berkenaan bersama barangannya.

Trend Google PRU13