06 Julai 2004


Situs BBC tenteng Pilpres

02 Julai 2004


Drs H Ismeth Abdullah seusai dilantik menjadi pemangku (caretaker) Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melambaikan tangan kepada ribuan masyarakat Kepri yang menghadiri peresmian Provinsi Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang (1/7/2004)

Aduhai Riauku


Upacara Peresmian Provinsi Kepulauan Riau

TANGGAL 1 Juli 2004 merupakan hari yang sangat memilukan bagiku karena Negeri Melayu yang amat kucintai dengan resminya dipecahkan menjadi dua oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Hari Sabarno.
Aduhai... kepada siapa aku hendak meratap sedangkan aku tak punya apa-apa dan tak punya siapa-siapa! Negeriku telah dibagi-bagikan kepada kelompok-kelompok tertentu dengan kepentingan-kepentingan tertentu.
Aduhai... kawan-kawanku di Riau lautan, kuharap kalian tidak akan ikut-ikutan dengan arus politik yang haus kuasa dan sentimen sempit kedaerahan.
Aduhai ... Tanjung Pinang, tempatku membesar menjadi seorang remaja... kuharap engkau akan menyapaku dengan ramah seperti dulu ketika aku meninggalkanmu 30 puluh tahun yang lalu.


Pemangku Gubernur Kepri, Drs H Ismeth Abdullah


Aku masih berharap seperti juga harapan gubernur Riau, HM Rusli Zainal, "... jika di kemudian Kepri ingin bergabung kembali ke provinsi induk, masyarakat Riau tetap bersedia menerima. 'Kalau Kepri sakit-sakitan., Riau akan siap menerima kembali."
Namun Rusli juga sadar, "... Meski demikian langkah yang sudah diayunkan tidak mungkin surut ke belakang," tuturnya.
Ya.., kalian tidak mungkin surut ke belakang. Namun, dalam melangkah ke depan, kita sebagai umat Melayu akan tetap bersatu dan sudah tentu tidak mudah diutak-atikkan oleh golongan tertentu!
Semoga merdekalah jiwa kita, merdeka pikiran kita!

Negeri Melayu Dipecahkan Lagi!

Bismillahirrahmanirrahim


Upacara Peresmian Provinsi Kepulauan Riau

TANJUNG PINANG - Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno meresmikan berdirinya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai provinsi ke-32 di Indonesia, Kamis (1/7) petang. Selain itu Mendagri juga melantik Ismeth Abdullah sebagai caretaker Gubernur Kepri.

Tepat pukul 15.20 WIB, selubung peta Provinsi Kepri pun dibuka Mendagri. Setelah itu diikuti penandatanganan prasasti pelantikan. Raungan sirene yang dipasang sekitar sepuluh titik di sudut Kota Tanjungpinang menandai berpisahnya Kepri dari Provinsi Riau.

Peresmian Provinsi Kepri dan pelantikan Ismet kemarin, yang bertempat di Gedung Daerah Tanjungpinang, disaksikan Menko Ekuin Dorodjatun Kuncorodjakti, Gubernur Riau HM Rusli Zainal, Wakil Gubernur Riau H Wan Abubakar, beberapa anggota Komisi II DPR RI serta dan bupati dan walikota se-Riau dan Kepri. Ansar Ahmad yang telah dicopot dari jabatannya sebagai Plt Bupati Kepri juga tampak hadir dalam acara itu.

Mendagri pada pengarahannya mengakui, pembentukan Provinsi Kepri melalui proses panjang yang dilakukan seluruh komponen masyarakat Kepri. "Karena itu, setelah diresmikannya Provinsi Kepri dan dilantiknnya caretaker Gubernur Kepri, diharapkan seluruh komponen masyarakat bersatu padu membangun Kepri ke depan," kata Mendagri. Hari juga mengingatkan, inventaris Provinsi Riau yang ada di Kepri bisa digunakan sebagai inventaris Provinsi Kepri. Termasuk inventaris BUMD Riau yang berada di Kepri.

Sedangkan Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Oentarto Sindung Mawardi menyampaikan pesan-pesan mengenai apa saja yang dilakukan setelah Provinsi Kepri resmi dibentuk.

Sedangkan Gubernur Riau HM Rusli Zainal dalam pidatonya menyampaikan kronologis pembentukan Provinsi Kepri. Usai membacakan pidatonya, Rusli tanpa teks secara implisit menyebutkan, jika di kemudian Kepri ingin bergabung kembali ke provinsi induk, masyarakat Riau tetap bersedia menerima. "Kalau Kepri 'sakit-sakitan., Riau akan siap menerima kembali. Meski demikian langkah yang sudah diayunkan tidak mungkin surut ke belakang," tuturnya.

Ismeth Optimis

Secara terpisah, caretaker Gubernur Kepri, H Ismet Abdullah mengaku akan segera menyusun dan menyiapkan perangkat pemerintahan, mulai dari badan, kantor dan dinas serta serta menyiapkan pelantikan anggota DPRD Provinsi Kepri hasil pemilu 2004. "Termasuk mempersiapkan kelancaran pembentukan perangkat pemerintahan dengan menyiapkan PNS yang sudah direkrut dari sejumlah kabupaten dan kota di Kepri, yang diutamakan putra daerah, sebagai wujud komitmen untuk memajukan Provinsi Kepri yang masih minim dari sisi pendanaan," kata Ismet.

Masalah pendanaan menurut Ismet, memang berat. Namun demikian, dengan satu tekad dan dukungan dari semua daerah kabupaten dan kota, Ismet optimis pembangunan di Kepri dapat berjalan lancar.

Diwarnai Demo

Pelantikan Ismeth Abdullah sebagai caretaker Gubernur Kepri oleh Mendagri kemarin, diwarnai aksi demonstrasi dua kelompok massa yakni sekitar 120 orang dari yang menamakan diri Barisan Muda Melayu Riau (BM2) dan puluhan orang Dewan Belian Kepri (Debar). Namun, aksi demo tersebut tidak mengganggu jalan acara pelantikan.

Koordinator Pengerahana Massa BM2 Ruslan kepada wartawan menyebutkan, seorang aktivis Debar digiring ke Mapolresta Tanjungpinang karena melakukan pembentangan poster anti Ismeth saat Mendagri sedang berpidato. "Kami ini memang pendukung Huzrin, tetapi ke sini atas biaya sendiri. Kami tidak rela, Huzrin yang berjuang tetapi Ismeth yang menuai hasilnya. Bagi kami Huzrin adalah pejuang Provinsi Kepri," tukasnya.

Ruslan minta aparat keamanan segera melepaskan aktivitas Debar yang bernama Sofyan. Sofyan digiring ke Mapolresta Tanjungpinang saat ingin membentangkan beberapa poster tidak jauh dari acara pelantikan Ismeth. Selain Sofyan seorang lagi aktivis Debar mendapat tekanan fisik, didorong oleh petugas keamanan.

Tetapi Kabag Ops Polresta Tanjungpinang yang ditunjun sebagai Koordinator Pengamanan lapangan, AKP DH Ginting membantah adanya kejadian tersebut. Ia malah mempersilahkan wartawan untuk menyaksikan langsung ke Mapolresta Tanjungpinang jika benar ada aktivis yang ditahan.

Beberapa saksi menyatakan memang terjadi accident dorong-dorangan antara aktivis dengan petugas keamanan. Beberapa orang aktivis langsung diamankan petugas saat ingin membentangkan beberapa poster yang bertuliskan "Innalillahi Kami Bukan Diundang, Tapi Pejuang", "Huzrin Pahlawan Provinsi Kepri", dan sebagainya.

Beredar Selebaran

Sementara itu, menjelang pelantikan Ismeth Abdullah, beredar selebaran yang isinya menuding Kepala Otorita Batam itu sudah merampas hasil perjuangan masyarakat Kepri.

Selebaran berjudul Sajak Wijitakul "Bunga & Tembok" itu ditulis oleh Debar. Belasan generasi muda menyebarkan selebaran itu di pintu masuk kota Tanjungpinang dan tempat berlangsungnya acara pelantikan caretaker Gubernur sekaligus peresmian Provinsi Kepri. "Masyarakat Kepri berduka atas pelantikan Ismeth Abdullah sebagai caretaker Gubernur Kepri. Karena Ismet bukanlah penerima tuah dari perjuangan masyarakat Kepri yang kini telah berbuah Provinsi. Kami sudah lelah berjuang, makanya pemerintah pusat sebaiknya mengembalikan perjuangan Kepri ke masyarakat Kepri," demikian antara lain bunyi selebaran itu.

Pelantikan Ismeth, masih menurut selebaran itu bertolak belakang dengan semangat Otonomi Daerah (Otda). Alasannya, hingga sekarang Ismeth masih pimpinan sebuah institusi yakni Kepala Otorita Batam. (rk,rtc)

27 Jun 2004

Malam Ini, �Riau Merdeka�� Ronny Diluncurkan

Bismillahirrahmanirrahim
Oleh Riau Pos (admin)
Jumat, 25-Juni-2004, 01:32:38 28 klik


PEKANBARU (RP) - Sebuah buku mengupas pergerakan Riau Merdeka sekaligus perjuangan ��proklamator��-nya Prof dr H Tabrani Rab diluncurkan malam ini pukul 19.30 di Mahligai Room Hotel Aryaduta Pekanbaru.

Buku yang berawal dari tesis S2 di UGM Ronny Basista berjudul Tabrani dalam Bingkai Riau Merdeka tersebut malam ini akan dikupas drh Chaidir, seorang kolumnis yang juga Ketua DPRD Riau, dan Drs Andi Yusran MSi, pengamat dan dosen politik dari Unri.

��Gubernur Rusli Zainal juga diundang secara khusus untuk berbicara dalam peluncuran malam ini,�� kata Tabrani Rab, sang tokoh yang akan dibicarakan sekaligus direktur Riau Cultural Institute yang menerbitkan buku setebal 145 halaman ini.

Ronny Basista MSi yang baru menyelesaikan S2-nya di UGM mengatakan, materi bahasan tentang Riau Merdeka dan Tabrani ini dia ambil berdasarkan dorongan dosen pembimbingan Dr Affan Gafar. ��Ketika saya tanya bagaimana kalau saya mengambil bahasan dari kasus daerah dan sosok daerah Tabrani Rab? tanya saya pada Pak Affan Gafar, dia langsung menjawab, bagus �tu, dan saya kenal dengan dia,�� ujar Ronny menirukan Affan Gafar.


Ketika pria berdarah Bagan Siapi-api kelahiran Pekanbaru ini selesai S2 dia langsung pulang ke Bumi Lancang Kuning dan Riau Cultural Institute langsung berinisiatif menerbitkan buku ini.
Buku ini mendedahkan mulai dari awal munculnya wacana Riau Merdeka yang berakar dari kegelisahan masyarakat Riau, gerakan Prof dr Tabrani dengan para pendukungnya, sampai ketika wacana Riau Merdeka menggaung sampai ke pusat bahkan luar negeri.

Lalu bagaimana isu Riau Merdeka sekarang ini? ��Inilah yang kita kupas malam ini,�� kata Ronny Basista, yang sebelumnya juga mengatakan, sudah banyak yang dicapai dari daerah ini gerakan Riau Merdeka, tapi sudah banyak pula yang melupakan peran dari gerakan ini.

Dalam pada itu, Tabrani Rab kepada Riau Pos kemarin menyambut gembira dengan terbitnya buku ini. �Dengan terbitnya buku ini yang berdasarkan penelitian yang dilakukan Ronny Basista untuk tesis S2-nya ini, orang akan menjadi lebih tahu dan faham tentang gagasan Riau Merdeka dan sejarah menjadi tercatat,� katanya.(mth/kks)

Gubri Siapkan "Kado" untuk Micky dan Haikal

Bismillahirrahmanirrahim
Rabu, 16 Juni 2004 19:03

PEKANBARU - Dua hari menjelang konser grand final AFI (Akademi Fantasi Indosiar) 2, semakin banyak dukungan yang diberikan kepada akademia Micky dan Haikal. Salah satunya dari Gubernur Riau, HM Rusli Zainal beserta istri Ny Septina Primawati Rusli yang akan memberikan hadiah khusus kepada akademia yang berhasil sebagai juara pertama.

"Kalau mereka berhasil menjadi pemenang, maka saya akan memberikan sesuatu kepada mereka. Ini sebagai imbalan atas keterampilan dan prestasi yang mereka berikan. Saya kira memang sudah patut kita memberikan penghargaan kepada orang-orang yang membawa nama baik daerah," jelasnya, Rabu (16/6), di sela-sela kunjungannya ke Kampar.

Bahkan Rusli dan istrinya saat ini masih berupaya mencari waktu untuk bisa menghadiri konser yang dilaksanakan, Sabtu (19/6) di Jakarta Convention Centre (JCC) tersebut. Jika hal itu tidak bisa terwujud, ia akan tetap memberikan dukungan kepada dua akademia asal Riau yang melakukan audisi di Jakarta dan Medan itu.

"Saya sekarang masih mencari-cari waktu. Sebab, minggu pagi ada jadual jalan santai dan saya juga panitianya. Jadi tidak mungkin rasanya kalau saya tidak datang. Meski demikian saya tetap akan memberikan dukungan dari jauh," ujar Septina.

Rusli mengakui bahwa dirinya yang memang tidak bisa secara rutin menyaksikan penampilan dua putra daerah ini, merasa cukup bangga dengan hasil yang telah dicapai. Dimana sampai minggu terskhir Micky dan Haikal bertahan di tiga besar bersama Tia akademia dari Kota Semarang.

Tidak ketinggalan Rusli menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk memberikan doa restu kepada Micky dan Haikal yang telah berhasil menjadi duta Riau di tingkat nasional.

"Bantu mereka dengan SMS sebanyak-banyaknya. Karena ini merupakan bentuk dukungan yang bisa diberikan oleh masyarakat," ucapnya.

Sementara itu Septina menyebutkan bahwa dua orang akademia tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sehingga dirinya tidak bisa memilih apakah mendukung Micky saja ataupun Haikal. (yp)

Bagaimana Kehidupan Micky dan Haikal, Bintang AFI 2 saat di Pekanbaru? (2-habis)

Bismillahirrahmanirrahim
Oleh Riau Pos (admin)
Sabtu, 12-Juni-2004, 02:48:58 74 klik


FE Unri pun Alami Demam Haikal
Sosok Micky, kata temannya Jhoni, adalah jebolan SMUN 2 Pekanbaru TP 2001/2002. Selain belajar, kesehariannya juga diisi dengan kegiatan seni musik. Laporan A Kadir Bey dan Khairul Amri


��Micky itu punya grup band bernama �True Boxs�. Ia selalau tampil sebagai vokalis dan sering ikut konser band, misalnya konser di Mall Pekanbaru dan Plaza Citra,�� tuturnya.
Kesan yang lain dirasakan para teman-temannya di tempat kos, Micky selalu menjadi figur yang menyenangkan bila ada acara kumpul-kumpul tidak resmi. Micky juga punya kelebihan, selalu memunculkan ide untuk membangkitkan semangat teman-temannya dalam sebuah even atau kegiatan budaya. Misalnya dalam mencari corak busana pada acara-acara seni budaya untuk para temannya.

Disamping itu, masih menurut pengakuan temannya Jhoni, Micky yang punya hobi membaca buku-buku horor ini, pada hari libur misalnya sering meluangkan waktu untuk rekreasi ke luar kota, misalnya ke Sumbar. Dan ternyata, makanan kesukaan Micky, tak jauh-jauh dari santapan anak kos, mie instant tiap pagi. ��Ia juga suka makanan yang pedas-pedas,�� ujar Jhoni sambil tersenyum mengenang tingkah temannya itu.

Lebih dari itu, Micky di mata teman-temannya juga punya satu keahlian yang jarang dimiliki orang lain, yaitu keahliannya di bidang Koreografer. Keahliannya ini sering dipraktikkan-nya, selain untuk diri sendiri juga diajarkan kepada teman-temannya yang lain. ��Kami cuma bisa mendoakan Micky agar menjadi orang sukses. Dan kalau sudah sukses tidak melupakan kami, teman-temannnya ini,�� kata Jhoni menutup ceritanya.

Siapkan Bea Siswa

Sementara Haikal, salah seorang akademia di Akademi Fantasi Indosiar 2 tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi Unri. Dia adalah mahasiswa jurusan Akuntansi angkatan 2001. Dalam bergaul, Haikal mudah akrab dengan rekan-rekannya sesama kuliah. Di samping kuliah, dia juga aktif mengasah bakat seninya di luar kampus.

Keberhasilannya, kata Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi Unri, Edyanus Herman Halim SE MS telah mengharumkan nama Unri khususnya Fakultas Ekonomi, karena itu, civitas akademika Fakultas Ekonomi telah menyiapkan bea siswa khusus untuk Haikal. ��Bea siswa ini merupakan penghargaan atas prestasinya dan itu akan kita berikan ketika dia kembali dari Jakarta,�� kata Edyanus yang dihubungi Riau Pos, Jumat malam.

Sebelum bertarung ke Jakarta, dia telah pamit kepada rekan-rekannya di Fakultas Ekonomi sekaligus minta dukungan. Persis ketika dia dinyatakan lulus seleksi AFI 2, Haikal memperkenalkan diri ke seluruh kelas perkuliahan di Fakultas Ekonomi ditemani Ketua BEM-nya. ��Perkenalan itu memang inisiatifnya BEM dan kawan-kawannya semua memberikan support,�� tambah Edyanus.

Di Fakultas Ekonomi, saat ini civitas akademikanya ��demam Haikal��. Setidaknya bila sudah hari Jumat dan Sabtu, semuanya sibuk memberi dukungan kepada Haikal melalui SMS. Imbauan dukungan melalui SMS ini tidak saja disebarkan kepada civitas akademika FE Unri tapi juga para alumni.

Bahkan, kata Edyanus, saat rapat akbar FE Unri baru-baru ini, dihimbau kepada seluruh civitas akademika FE Unri mendukung Haikal. ��Selaku PD III, saya mengimbau agar civitas akademika FE Unri mendukung Haikal termasuk di dalamnya para alumni Fakultas Ekonomi dan Unri pada umumnya,�� jelasnya.

Bawa Pengaruh Positif

Pengaruh yang sangat jelas terlihat dari keberhasilan Haikal, kata Edyanus, saat ini Sanggar Seni 412 FE Unri yang dulunya agak vakum, dengan keberhasilan mahasiswa Ekonomi di pentas nasional memotivasi mereka bersungguh-sungguh menggeluti dunia seni, selain kuliah. ��Mereka semakin terpacu untuk berkreativitas,�� ujar Edy yang juga mahasiswa program doktor di Univeristy Teknologi Malaysia.

Haikal saat ini telah menjadi barometer bagi rekan-rekannya di FE Unri, bahwa sesuatu pekerjaan apabila dikerjakan secara sungguh-sungguh akan mencapai keberhasilan dan membawa prestasi. ��Hal inilah yang tertanam di jiwa mahasiswa,�� kata Edyanus penuh rasa haru.(*)