07 April 2006

es_ver


DOMAIN VERIFICATION PAGE

06 April 2006

Dilarang Parkir!

"Dilarang Parkir di sini!"

Adakah anda faham maksudnya? Mungkin ya dan mungkin pula tidak. Maksudnya, "dilarang meletak kenderaan di sini!"

Istilah ini sudah biasa di Indonesia tetapi tidak di Malaysia. Saya timbulkan topik ini kerana beberapa hari yang lalu saya mendengar seorang DJ Era.fm menggunakannya. Bertambah satu lagi istilah Indonesia digunakan di sini.

'Parkir' berasal dari bahasa Belanda 'parkeren '. Perparkiran = parkeer. Terparkir = geparkeerd staan. Maklumlah, Indonesia dijajah Belanda 450 tahun!

Tahun 1980 ketika saya melalui Jalan Ampang ('persisnya' di depan bangunan Standard & Chartererd Bank = kini Standard Chartered), di atas lot parkir tertera papan tanda 'Simpan Kosong'. Agak aneh kedengaran bagi telinga saya kerana ketika itu saya masih belajar di Indonesia dan terbiasa menggunakan bahasa Indonesia.

Kemudian barulah saya tahu maksud papan tanda itu supaya mereka yang tidak berkepentingan dilarang parkir di situ kerana ia telah dirizabkan khas untuk kegunaan pegawai di situ.

Istilah "mantan" dan "khinzir"

Sejak 2006 ini, terutama dua bulan terakhir, saya sering mendengar istilah "mantan" digunakan di Radio Televisyen Malaysia (RTM). Memang, istilah ini bukan baru bagi peminat bahasa Melayu. Di Indonesia saya telah mendengar istilah ini sejak 1970-an lagi. Radio Singapura juga telah lama menggunakannya.

Sekali air bah sekali pantai berubah. Agaknya, kebijakan siapalah yang membuat RTM menggantikan istilah 'bekas' menjadi 'mantan' ini?

Kadang-kadang kita ghairah menggunakan istilah tertentu seperti suatu ketika dulu: 'canggih', 'wawasan', 'mapan' (sehingga salah sebut menjadi mampan!). Ada baiknya juga menggunakan istilah baru bagi memperkaya perbendaharaan bahasa. Yang tak baiknya jika kita sekadar melatah.

Saya kurang setuju jika istilah babi ditukar menjadi khinzir. Untuk apa? Eloklah kita gunakan 'babi' saja. Itukan bahasa kita, buat apa takut dan buat apa malu. Lainlah kalau perkataan itu tidak wujud dalam bahasa Melayu.

14 Januari 2006

Korban yang tewas meningkat 363 orang

Tragedi Mina: Korban yang tewas meningkat 363 orang. Putra Mahkota Sultan menyatakan, tragedi dahsyat itu berpunca dari jamaah yang membawa beg-beg yang banyak ketika melontar.

Foto ini menunjukkan para jamaah haji tiba di Mekah mengerjakan Tawaf Al-Widae sebelum pulang ke negara masing-masing. [ArabNews]
Ebay Secrets

13 Januari 2006

Tragedi Haji... sekali lagi!

Hari ini hari terakhir umat Islam melaksanakan ibadah qurban. Sedangkan di Mekah, trgadedi yang memilukan sekali lagi berlaku pada hari Khamis.

Kali ini terjadi di kawasan Jamratul Usta ketika orang ramai berpusu-pusu mengerjakan ibadah melontar. Utusan melaporkan, lebih 345 orang terbunuh dan lebih 300 lagi cedera. Arabnews.com melaporkan lebih 1000 orang cedera. Jemaah-jemaah haji terbabit dikatakan tergesa-gesa menuju ke tempat melontar itu sebelum matahari terbenam.

Traffic Dinar

Tiada jamaah Malaysia dilaporkan terlibat. Sedangkan jamaah haji Indonesia seperti dilaporkan Republika dua orang meninggal, Satimin (60)dari Lampung dan Rospita Ali Munsir (40), yang suaminya bernama Rizal, warganegara Indonesia yang bekerja sebagai staf Konsulat Jenearl Brunei Darussalam di Jeddah.

Tragedi ini berlaku hanya lima hari setelah kejadian hotel runtuh di kawasan Al Ghazzah berhampiran Masjidil Haram yang mengorbankan 76 nyawa termasuk empat jemaah dari Malaysia.

CS mengucapkan takziah kepada keluarga yang terlibat dan berharap pihak berkuasa Arab Saudi dapat mencari jalan terbaik agar trgedi ini tidak berulang lagi.

Berikut adalah tragedi yang menyayat hati di musim haji dipetik dari Detik.com:

Pada 5 Januari 2006: serama 76 orang meninggal dunia akibat runtuhnya sebuah bangunan (Al Rayahin) di Jalan Ghazah sekitar 200 meter sebelah barat Masjidil Haram.

23 Januari 2005: setidaknya 29 jamaah meninggal dunia akibat banjir terburuk dalam 20 tahun terakhir di Madinah.

1 Februari 2004: 251 jamaah meninggal dunia di Jamarat-Mina akibat berdesak-desakan dan terinjak-injak saat melakukan lontar jumrah.

11 Februari 2003: 14 jamaah haji meninggal dunia di Jamarat, Mina, enam di antaranya wanita.

5 Mac 2001: 35 jamaah meninggal dunia serta puluhan lainnya luka-luka karena berdesak-desakan di Jamarat.

9 April 1998: 118 jamaah meninggal dunia karena berdesak-desakan saat pelaksanaan lontar jumrah.

15 April 1997: 343 meninggal dunia dan 1.500 lainnya luka-luka karena kehabisan nafas akibat terjebak dalam kebakaran di dalam perkemahan di Mina.

7 Mei 1995: tiga jamaah meninggal dunia akibat kebakaran di Mina.

24 Mei 1994: 270 jamaah meninggal dunia akibat saling dorong dan injak di Mina.

2 Juli 1990: 1.426 jamaah meninggal dunia yang kebanyakan dari Asia akibat terperangkap dalam terowongan Mina.

15 Juli 1989: lima jamaah asal Pakistan meninggal dunia dan 34 lainnya luka-luka akibat insiden penembakan oleh sekelompok orang bersenjata di perumahan mereka di Makkah.

10 Juli 1989: satu jamaah meninggal dunia dan 16 terluka akibat penembakan di dalam Masjidil Haram. Buntutnya 16 orang Kuwait yang melakukan penyerangan dihukum tembak mati.

31 Juli 1987: 402 jamaah meninggal dunia, 275 di antaranya dari Iran, setelah ribuan jamaah Iran yang melakukan demonstrasi mendapat perlawanan fisik dari keamanan Arab Saudi.

Baca juga:

07 Januari 2006

Bencana alam awal 2006

Kita baru saja memasuki tahun baru 2006. Bencana kembali datang. Setelah kejadian banjir di utara semennajung dan pantai timur reda, musibah datang lagi betubi-tubi. Kematian akibat kemalangan jalan raya semasa menyambut tahun baru merupakan peristiwa yang tragis.

Di Makkah, hotel Ar-Rayahin di kawasan Syib Amir, runtuh pada Khamis (5/1) usai solat Zuhur, sekitar pukul 13.30 waktu setempat (18.30 waktu Malaysia). Setakat ini Maj. Gen. Mansour Al-Turki, jurucakap Kementerian Dalam Negeri Saudi, mengumumkan bahawa 76 orang (48 lelaki & 28 perempuan) disahkan terkorban, manakala 62 yang lain cedera. Demikian dilaporkan Arabnews.com

Utusan Malaysia melaporkan, empat jemaah haji Malaysia yang dilaporkan hilang sebelum ini disahkan terkorban dalam kejadian hotel runtuh di Jalan Jundaria kawasan Al Ghazzah dekat Masjidil Haram di sini Khamis lalu.

Hotel tersebut berada di pinggir Jalan Gaza atau di samping Masjid Kucing, Pasar Seng, sekitar 150 meter dari Masjidil Haram. Hotel itu berdampingan dengan Hotel Al-Najd dan Hotel Al-Ziadi Al Gaza yang dihuni banyak jemaah dari Turki dan Malaysia.

Ibrahim, jemaah Malaysia yang berada sekitar 50 meter dari lokasi saat hotel runtuh, menuturkan di sepanjang jalan memang banyak jamaah yang baru pulang menunaikan shalat Dzuhur. ''Tiba-tiba hotel itu runtuh dan menimpa orang-orang yang ada di bawahnya,'' kata Ibrahim dengan mata berkaca-kaca kepada Republika.

Terbakar, Lalu Runtuh

Hotel Ar-Rayhan yang runtuh selepas solat Zuhur, Kamis (5/1), berada di kawasan Syib Amir, Makkah, tak jauh dari Masjidil Haram. Jaraknya cuma ratusan meter.

Lokasi hotel tersebut juga amat dekat dengan pasar yang di kalangan jamaah haji Indonesia popular dengan sebutan Pasar Seng. Agak jauh dari sana, terdapat rumah kelahiran Nabi Muhammad SAW yang disebut Maktabah Al Muqarramah. Rumah tempat kelahiran Rasulullah kini dijadikan Perpustakaan Makkah, karena Pemerintah Arab Saudi tidak ingin lokasi itu 'dipuja' umat Islam.

Seorang saksi, jamaah haji Perancis bernama Abderrahmane Ghoul, mengatakan, mula-mula hotel tersebut terbakar dan berhasil dipadamkan melalui semburan air yang diangkut sebuah helikopter. Namun, tak lama kemudian, bangunan itu runtuh.

Seorang petugas Sub-Daerah Kerja (Daker) 3 Makkah yang berada di kawasan itu mengaku mendengar suara dentuman keras --seperti ada gempa bumi-- saat hotel berlantai tujuh itu runtuh. Kepala Daker Makkah, Zainal Abidin Supi, dan sejumlah petugas Daker langsung menuju lokasi untuk memastikan apakah ada jamaah Indonesia yang menjadi korban.

Raungan sairin kereta polis dan ambulans di sekitar pejabat Daker Makkah terus terdengar bersahutan. Jalan-jalan menuju kawasan Syib Amir segera ditutup aparat keamanan, begitu musibah itu terjadi. Petugas Haji Indonesia yang berada di sekitar lokasi kejadian menyaksikan terdapat sejumlah orang terluka namun sulit mengetahui asal negara. Lokasi itu pun dijaga ketat aparat keamanan sehingga sukar didekati.

***

Rabu (4/1), sekitar 200 orang dikhawatirkan tewas terkubur dalam musibah tanah longsor 9runtu) di Desa Cijeruk, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Senin (2/1) 57 orang juga tewas dalam musibah banjir bandang, disertai longsoran lumpur, di Jember, Jawa Timur.

Inilah buah dari kerosakan lingkungan (persekitaran), akibat kerakusan ummat manusia. Sudah waktunya, pihak yang bertanggungjawab bertindak tegas atas pelaku pemusnahan hutan.

***

Dua polis tewas di Thailand Selatan, Sabtu dan sebuah bom mencederai tiga orang termasuk seorang warga Malaysia, dalam serangan terbaru di wilayah berpenduduk majoriti Muslim itu, kata polis.

Kedua polis itu sedang bertugas di sebuah pasar di propinsi Yala, Thailand selatan ketika dua pria bersenjata melepaskan tembakan, menewaskan kedua perwira itu dan mengambil senjata mereka, kata seorang pejabat polisi.

Dalam insiden lain, tiga, termasuk seorang ahli perniagaan Malaysia, cedera setelah sebutir bom buatan sendiri meletup di sebuah kedai makan di Lorong Satu, Jalan Masjid Besar, Sungai Golok, hari ini (Sabtu).

Kejadian pada kira-kira 7.30 pagi waktu tempatan (8.00 pagi waktu Malaysia) itu dipercayai dilakukan oleh kumpulan tidak dikenali bagi menimbulkan kebimbangan orang ramai.

***

Ribuan orang dipindahkan di daerah-daerah San Francisco setelah hujan lebat yang menyebabkan tanah runtuh dan banjir, kata para pegawai, Minggu.

Hujan lebat yang terjadi Sabtu malam (31/12) di utara San Francisco, terutama di daerah-daerah Napa dan Sonoma, menyebabkan beberapa sungai meluap, yang memaksa penduduk yang tinggal di tempat rendah mengungsi, kata Dale Chessey, jurubicara badan darurat.

Cina telah mengerahkan sebanyak 1300 petugas untuk memadamkan kebakaran di kaki Gunung Everest, yang masih berkobar tak terkendali enam hari setelah pertama kali api menyala, demikian laporan media pemerintah Sabtu.

Kebakaran tersebut telah melahap habis semua yang ada di daerah terpencil di kabupaten Tingri, Tibet, hanya empat kilometer dari hutan perawan yang tak ternilai harganya di suaka alam Yang, demikian laporan agensi berita rasmi Cina, Xinhua.

Sementara itu korban gempa di Pakistan masih terus mengharapkan bantuan. Mereka menderita dalam kesejukan dan serba kekurangan.

Ariel Sharon yang bertanggungjawab atas pembantaian kem pelarian Paletin di Sabra dan Shatila, Lubnan pada tahun 1982 dulu masih berada dalam keadaan kritikal selepas menjalani pembedahan kerana pendarahan di otak. Ketika itu Sharon memegang jawatan Menteri Pertahanan Israel.

“Harap-harap akan kedengaran berita penjenayah Sabra dan Shatila bakal menyertai nenek moyangnya,” Ahmadinejad dipetik sebagai berkata oleh Agensi Berita Penuntut Iran (ISNA).

Sharon, 77 yang jatuh nazak selepas mengalami pendarahan teruk dalam otak semalam terpaksa dibedah lagi selepas doktor mengesan pendarahan baru.

Bagaimanapun, media rasmi Iran termasuk radio dan televisyen kerajaan tidak melaporkan kenyataan Ahmadinejad mengenai Sharon.

“Harap-harap penjenayah lain seperti dia akan turut menyertainya,” ISNA memetik Ahmadinejad sebagai memberitahu sekumpulan ulama di Qom, bandar raya yang terletak kira-kira 128 kilometer ke selatan Teheran.

Sumber:
Arabnews.com
Berita Harian
Utusan Malaysia
Media Indoonesia
Republika


Marketingtips

09 November 2005

Syawal Berdarah

Vila Jalan Flamboyan dikepung polisBulan Syawal 1426 Hijriyah ini disambut damai oleh Muslim di Malaysia. Tapi di negara jiran Thailand dan Indonesia terjadi pertumpahan darah yang melibatkan umat Islam. Utusan Malaysia melaporkan, sekurang-kurangnya tiga orang terbunuh manakala dua lagi cedera dan berpuluh-puluh suspek pemisah Islam ditangkap selepas pemberontak melancarkan serangan ke atas lebih 20 sasaran kerajaan di wilayah Yala, di Thailand selatan sepanjang malam semalam.

Sore tadi Kompas melaporkan, kepolisian Polres Batu, Malang, Detasemen Antiteror 88 Polri dan TNI terlibat tembak menembak dengan kumpulan yang disyaki pengganas pimpinan DR. Azahari dan Noor Din M Top.

Tembak menembak itu terjadi hari ini, Rabu (9/11), di sebuah vila Jalan Flamboyan dekat pintu masuk tempat rekreasi Songgoriti, Batu, Malang, Jawa Timur (Jatim). Pangdam Brawijaya, Mayjen TNI Syamsul Mapparepa, berada di lokasi pengepungan. "Mereka banyak melakukan perlawanan senjata, bahkan banyak melemparkan granat," kata Syamsul Mapparepa.

Dr AzahariVila di Jalan Flamboyan itu dihuni oleh sekitar tujuh tersangka pengganas anggota kumpulanNoor Din M Top dan Azahari. Setakat ini dua orang tersangka dilaporkan tertembak. Namun belum dapat disahkan indentiti mereka.

Sementara itu, rusuhan di Perancis memasuki hari ke-12 dan menurut polis, sejumlah 1,173 kenderaan dan 12 bangunan dibakar manakala 330 orang ditangkap malam tadi. Kerajaan Perancis semalam meluluskan langkah-langkah untuk memberi kuasa kepada kerajaan tempatan mengenakan perintah berkurung di kawasan-kawasan yang dilanda rusuhan. [UM]

Lima buah kereta dibakar di Brussels malam semalam, menjadikan jumlah kenderaan yang dibakar i meningkat kepada 10 buah dalam kejadian yang disifatkan sebagai perbuatan meniru rusuhan di Perancis. [UM]

Di Sidney, polis Australia menangkap 17 orang, termasuk seorang ulama bersuara lantang yang menyokong Osama bin Laden, atas tuduhan merancang ``melancarkan jihad secara ganas di Australia.''

Salah seorang daripada mereka berkeadaan kritikal di hospital selepas terkena tembakan dalam serbuan yang dilancarkan di Sydney dan Melbourne awal pagi ini.

Polis turut merampas bahan-bahan kimia, senjata api, komputer, buku dan dokumen-dokumen perjalanan dalam serbuan tersebut. [UM]

Selain itu, Pesuruhjaya Bantuan Kemanusiaan Pakistan, Mejar Jeneral Farooq Ahmad Khan dalam kenyataan akhbarnya semalam memberitahu, sehingga kini, angka rasmi kematian yang dicatatkan dalam tragedi gempa bumi ialah seramai 73,276 orang.

Bagi jumlah mereka yang cedera pula ialah seramai 69,260 orang. Kebanyakan mangsa yang terlibat dengan bencana alam berkenaan tinggal di wilayah North West Frontier Province (NFWP). [UM]

Di sebalik tragedi itu, kita patut bersyukur dapat hidup aman dan damai. Kita juga berdoa agar keamanan dapat dipulihkan dan umat Islam terhindar dari malapetaka dan fintah.

Berita Terkait:
Azahari Diduga Tewas - Kelompok Teroris Masih Berikan Perlawanan