28 Mac 2018

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #05

Terdapat dua cinta pada manusia yakni cinta kepada keduniaan; lebih khusus lagi cinta (kecenderungan) bani Adam yang menyalahi fitrahnya yaitu cinta kepada selain Allah.  Cinta kemusyrikan. Cinta orang-orang beriman kepada Allah mempunyai kadar cinta yang lebih besar, seperti termaktub dalam ayat:-

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللَّـهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّـهِ ۖ 

... sebagian manusia yang sesat pikirannya masih saja ada yang menjadikan selain Allah sebagi Tuhan. Mereka menyembahnya seperti menyembah Allah dan memeperlakukannya seperti Allah. Akan tetapi orang yang beriman menerima hanya kepemimpinan Allah semata dan tidak akan terputus ketaatannya pada Allah .... (2: 165)

Orang beriman lebih mencintai Allah lantaran ia mendapat imbalan di dunia, antara lain:-

  • Orang yang bertakwa kepada Allah segala urusannya terasa mudah
  • Orang yang bertakwa kepada Allah dihapusnya kejahatan pada dirinya (Al- Talaaq: 4-5)

Melaka, 16/3/2018 ==> BERSAMBUNG

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #04

Masih tentang cinta mahabbah, kali ini perihal cinta umat kepada RasulNya, Muhammad (صلى الله عليه وسلم):-

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّـهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّـهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّـهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٣١﴾

Katakan, "Kalau kalian benar-benar jujur dengan pengakuan cinta dan ingin dicintai Allah, ikutilah perintah dan laranganku, karena aku adalah penyampai risalah Allah. Hal itu akan membuat Allah mencintai dan memberimu pahala, yaitu melalui pemberian karunia kepadamu dan pemaafan kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang kepada hamba-Nya." (3:31)

Cinta ini adalah satu kemestian lantaran baginda yang dipercayai membimbing aturan agama yang bersifat ghaib (berdasarkan wahyu).

Wujud cinta adalah ketaatan, dan taat kepada selain Nabi (صلى الله عليه وسلم) merupakan satu kerugian, salah jalan:-

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ ﴿١٤٩﴾

Hai orang-orang yang beriman, jika kalian mengikuti ajakan lisan maupun perbuatan orang-orang kafir--baik yang jelas-jelas menampakkan kekafirannya maupun yang tidak menampakkannya--kalian akan dikembalikan kepada kekufuran. Akibatnya, kalian akan menderita kerugian dunia dan akhirat. (3:149)

Sebuah pilihan cinta yang tak berbelah bagi. Tulusnya cinta seseorang kepada Allah dan RasulNya, meniadakan kecintaan kepada yang lain.

Melaka, 15/3/2018 08:03 ==> BERSAMBUNG

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #03

Al-Quran menyebut tentang cinta dalam bentuk yuhibb, yastahibb di beberapa ayat berkenaan dengan keburukan dan kebaikan. Cinta yang berkaitan dengan keburukan, seperti:

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَأَنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ ﴿١٠٧

Murka Allah yang berhak mereka terima itu disebabkan oleh kecintaan mereka yang sangat pada kesenangan dan perhiasan-perhiasan duniawi yang semu. Cinta itulah yang memalingkan diri mereka dari kebenaran dan membutakan mata hati mereka dalam memandang kebaikan. Allah membiarkan orang-orang itu dalam kekufuran yang menjadi pilihan mereka. Sebab sudah menjadi ketentuan Allah yang berlaku pada manusia untuk membiarkan orang-orang seperti itu dan tidak memberikan petunjuk karena mereka selalu melakukan kebatilan dan larut dalam kepalsuan. 

Frasa istahabbul hayaataddunya, maksudnya mereka mengutamakan dan mendahulukan kehidupan dunia. 

Cinta kepada kebaikan, misalnya:

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّـهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّـهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ ﴿١٩٠

Di antara ketakwaan kepada Allah adalah menanggung beban dalam menaati-Nya. Dan beban terberat bagi manusia adalah berperang melawan musuh-musuh Allah yang menyerang lebih dulu. Dari itu, janganlah kalian lebih dulu menyerang atau membunuh mereka yang ikut berperang dan mereka yang tidak ada sangkut pautnya dengan peperangan itu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai mereka yang melampaui batas.

Maka Allah menghendaki kebaikan dan memberi pahala kepada hambaNya (محبة الله لعباده).

Melaka, 14/3/2018 8:07 ==> BERSAMBUNG

17 Mac 2018

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #02

Terdapat banyak tanda atau gejala orang yang sedang dilanda cinta  mahabbah ini, antara lain:-
  • Kecenderungan terus menerus disertai hati yang meluap-luap
  • Mendahulukan kepentingan orang yang dicintai ketimbang hal lain di sekitarnya 
  • Menuruti keinginan orang yang dicintai tatkala sang kekasih ada di sampingnya atau tidak 
  • Menyatukan keinginan orang yang mencintai dan orang yang dicintai 
  • Mendahulukan keinginan orang yang dicintai 
  • Menyedikitkan yang banyak dan memperbanyak yang sedikit demi orang yang dicintai 
  • Hati orang yang mencintai tak terbendung untuk tidak mengingat orang yang dicintai 
  • Menyerahkan apa pun yang ada pada dirinya kepada orang yang dicintai sehingga tidak ada lagi yang tersisa
  • Menyingkirkan apa pun yang ada di dalam hatinya kecuali orang yang dicintai 
  • Kecemburuan terhadap orang yang dicintai seandainya kehormatannya ada yang berkurang
  • Keinginan yang tidak pernah berkurang karena kekeringan dan tidak bertambah karena basah
  • Menjaga batas. Jadi tidak benar orang yang mencintai namun melanggar batas
  • Rela mengerjakan apa pun yang disenangi orang yang dicintai 
  • Tidak boleh lalai apa pun yg terjadi 
  • Bara yang membakar hati karena keinginan orang yang dicintai 
  • Mengingat sang kekasih sebanyak nafas berhembus 
  • Hati yang buta untuk melihat orang selain yang dicintai, tuli untuk mendengar selainnya, seperti yang diriwayatkan Imam Ahmad, “kecintaanmu kepada sesuatu bisa membuat buta dan tuli.” — حبك للشيء يعمي ويصم
  • Kecenderungan secara total kepada orang yang dicintai kemudian engkau rela mengorbankan diri, nyawa dan hartamu demi dirinya kemudian engkau mengikutinya secara sembunyi atau terang-terangan 
  • Tenang tapi gundah, gundah tapi tenang. Hati menjadi gundah kecuali setelah berdekatan dengan sang kekasih. Hati menjadi gundah karena rindu kepadanya dan menjadi tenang tatkala berdekatan dengannya
  • Gerakan hati yang tiada berhenti mengingat sang kekasih dan ketenangan tatkala bersanding dengannya
  • Ingin berdamping dengan orang yang dicintai selama-lamanya 
  • Orang yang dicintai harus lebih dekat dengan orang yang mencintai ketimbang dengan ruhnya sendiri
  • Usahamu untuk membuat sang kekasih menjadi ridha
  • Keinginan agar yang dicintai selalu hadir di sisi orang yang mencintai 
  • Harus ada keseimbangan antara jauh dan dekatnya orang yang dicintai dengan orang yang mencintai 
  • Keteguhan hati terhadap orang yang dicintai dalam menghapi canda dan menganggap kritikan serta celaan sebagai angin lalu
  • Pengabdian 

CATATAN SYAFREIN EFFENDIUZ TENTANG CINTA #01

Ya cinta yang mana yang kita maksudkan. Cinta itu berkaitan qalb. Banyak jenis cinta ini. Ada namanya mahabbah, alalaqah, al hawa (nafsu, hasrat, keinginan), shobwah (kerinduan), shobbabah (kerinduan yang halus), asy Syaghaf (cinta yang mendalam), Al miqah, al Wajd (cinta dgn rasa sedih), al-Kalaf (cinta yg mendalam), attayyum (penghambaan), al-‘isyqu (cinta yg meluap-luap ). 
Ini hanya sekadar contoh dari puluhan istilah cinta yang pernah dialami manusia. 
Jadi cinta yang mana yang kita maksudkan? Jangan jangan kita bicara cinta tapi masing-masing beda maksudnya. 

Jika cinta yang kita maksudkan mahabbah, maka ini berkaitan dengan luapan hati dan gejolaknya saat dirundung keinginan untuk bertemu dengan kekasih. Ada juga yang mengartikan dengan tenang dan teguh  seperti onta yang tenang tdk mau bangun lagi setelah menderum. 

Jadi org yang mencintai itu telah  mantap hatinya terhadap (orang) yang dicintai dan tidak terbetik utk beralih darinya. Tapi ada yang mengartikan sebaliknya yaitu gundah dan tidak tetap spt anting-anting disebut dengan _hiba_ karena tdk pernah diam berada di telinga. ==> BERSAMBUNG

24 April 2017

Puisi 2 baris Tarafah bin al-Abd

Tarafah bin al-Abd salah seorang penyair Arab pra Islam yang terkenal. Di bawah ini merupakan puisi dua baris (couplet) yang dianamakan  "baḥr al-ramal." Dia berbicara mengenai kemurahan hati kaumnya.

نحن في المَشْتاةِ ندعو الجَفَلَى

لا ترى الآدبَ فينا يَنْتَقِرْ

Meski dalam khemah musim dingin
kami tetap mengundang semua orang menyertai jamuan
Engkau tidak akan menemui siapa pun seperti ini mereka hanya mengundang kalangan yang terpilih sahaja.
Dia menyebut khemah musim sejuk kerana musim sejuk ditandai
oleh kekurangan bahan makanan. Demikianlah cara Tarafah memuji kabilahnya.

Arab padang pasir mempunyai dua jenis mengundang orang menghadiri jamuan iaitu:

(1) Jafala (الجَفَلَى), menjemput semua ahli-ahli kabilah atau masyarakat untuk mengambil bahagian dalam majlis makan malam.

(2) Naqara (نقرى) hanya mempelawa ahli-ahli yang terpilih sahaja.

Puisi ini berpola: (1)dan da dan dan (2) dan da dan dan (3)  da da dan

Anatomi kuplet ini seperti berikut:

Baris 1:
nah nu fil mash (dan da dan dan)
ta ti nad 'ul (dan da dan dan)
ja fa la (da da dan)

Baris 2:
laa ta ral aa (dan da dan dan)
di ba fii naa (dan da dan dan)
yan ta qir (da da dan)

Melaka, 23/04/2017

Syafrein Effendi Usman



12 September 2015

Scores crushed to death in Haram crane disaster

From Arab News. Siraj Wahab & Mohammed Rasooldeen - Sun, Sep 13th 2015 12:31 AM
MAKKAH: Eighty-seven people died and 201 were injured when a crane collapsed inside the Grand Mosque in Makkah amid strong winds and heavy rains on Friday evening.
The crane, being used for ongoing expansion work, fell while heavy storms were lashing the city, said eyewitnesses. Lightning struck the crane before it collapsed, one of the eyewitnesses said.

Makkah Gov. Prince Khaled Al-Faisal ordered an immediate inquiry into the disaster. He reached the accident site soon after the tragedy occurred.
He urged authorities to provide the best treatment to the injured. Accordingly, a committee has been set up to investigate the tragedy.

The nationalities of the dead are yet to be ascertained.

Pakistan has confirmed that 14 of its nationals were injured in the crane crash.
Consul General Aftab Ahmed Khokher said: “We have confirmation of 14 injuries from among our nationals.”

He told Arab News that nine of the injured are being treated in one hospital and five in another.

He said his team is in Makkah and on the job. “They are visiting various hospitals to find out more details about Pakistani pilgrims,” he said.

The Bangladesh Consulate in Jeddah told Arab News that 25 Bangladeshis were injured. A senior diplomat from the mission said the consulate does not know whether the injured are pilgrims or workers. “Since it was a worksite, possibly the majority of them may have been construction workers.”

Mohammed Niyaz, an official from the Sri Lankan mission who deals with the island’s pilgrims, said no Sri Lankan pilgrim casualties were reported
.
Indian Consul General B.S. Mubarak confirmed that nine Indians were among the injured.
“We have no reports of any fatalities among Indians at the moment,” he told Arab News from Makkah.

He said the Saudi authorities quickly took control of the situation.
“They closed some entry points into the Grand Mosque, but many gates remained open,” he said. “I prayed Isha at the Grand Mosque and everything was normal.”

Mubarak, who has been camping in Makkah to look after Indian pilgrims for the past week, said pilgrims inside the mosque were busy in prayers. “There is no panic at all,” he said. He said a crane came crashing down just before Maghreb. “Part of it fell into the mataf area,” he said. “When I went in there were shards of glass and pieces of concrete in one particular area.”

Mohammed Wakeel, a pilgrim from Parbhani, India, said the weather was very bad before Maghreb. “The winds were blowing at a ferocious speed and it felt like a cyclone was on the way. Minutes later, the clouds opened. There was heavy rain. It was frightening and then the streets of Makkah were filled with rainwater,” he told Arab News from Makkah. “It all happened in a matter of minutes.”

Malaysian media reported that six Malaysians were among the injured.
A Malaysian diplomat in Jeddah, however, told Arab News that there was no official confirmation about injured Malaysians.

Sheikh Abdul Raheem, who was in Makkah at the time of the incident, said he and his colleagues had just finished their Asr prayers when the incident happened.
“There was a huge sandstorm followed by thunder, lightning and then heavy downpour.
“We went inside the new Haram, and suddenly lightning struck one of the cranes. It crashed with all the steel and hit one of the pillars of the new haram and fell into the mataf,” he said, recalling with horror how debris fell only a few meters from them. “We saw people dying before our eyes in the mataf area.”

Iqbal Hossain, who had gone to Makkah from Riyadh to see his parents who came from Dhaka, told Arab News: “I was outside the mosque … and I heard a loud sound.” Then he heard the sirens of the ambulances and Civil Defense vehicles, he said, adding that rescue teams immediately arrived on the scene and rushed the injured to the nearest hospitals. A video clip taken at the time of the tragedy showed pilgrims shouting Allah-o-Akbar (There is no God but Allah!)

The Civil Defense deployed more than 15 teams in addition to officials from the Saudi Red Crescent Authority and their vehicles.

Pakistan Ambassador Manzoor Ul Haq said that he was deeply saddened. “We pray for all those who died in the incident and wish those injured a speedy recovery,” the envoy said, adding that all affected were Muslims and everyone has to sympathize with them.
In view of the anticipated rains, citizens and visitors to Makkah were earlier advised to stay away from streams and pools of water.

Brig. Ahmed Duluubi, chief of Civil Defense in Makkah, said his agency had made all preparatory arrangements for any emergencies based on the weather reports issued by the Presidency of Meteorology and Environment.

The Presidency of Meteorology and Environment predicted on Friday heavy rainfall, continuous thunderstorms accompanied by rising dust and dusty winds which were likely to limit visibility in areas such as Asir, Jazan, Al-Baha, Makkah and Madinah, while the sky was partly cloudy with a chance of rain in Hail, Qassim, Al-Jouf and Tabuk.

Last year, floods caused by torrential rain swept through parts of Makkah and Hail killing two people and injuring several others. The inclement weather also caused power cuts and damaged hundreds of cars across Makkah neighborhoods.