catatan sekilas

15 Februari 2014

Posted by Syafrein Effendiuz in , | Sabtu, Februari 15, 2014 No comments
PUISI517--awalnya dinamakan Puisi Sujud--telah digagaskan oleh Syafrein Effendi Usman pada 13 Januari 2013 dan diperkenal melalui beberapa grup puisi di Facebook pada 13 Julai 2013/5 Ramadan 1434.

Puisi517 adalah puisi yang acuannya terdiri dari 5 larik dan jumlah perkataannya 17 kata, seperti contoh berikut:

DOA #1

Allahumma kumohon padaMu
lidah petah lembut basah
menyebut AsmaMu
hingga gegar getarnya menggoncang,
merasuk masuk dalam sukmaku

Keterangan:

  • Tema: Ketuhanan/kerohanian
  • Judul mesti 1 (satu) kata
  • Contoh di atas mengikut acuan  acuan Maghrib (3-4-2-4-4). Boleh juga dengan acuan Subuh (2-4-4-3-4), acuan Zohor (4-4-3-4-2), acuan Asar (4-3-4-2-4), dan acuan Isyak (4-2-4-4-3)
Contoh lain Puisi517 dengan acuan Subuh:

MIKRAJ 
Subuh Jumaat
Ziarah suci ke langit
Antara minda dan rasa
Menitis air mata
Istighfar dari seorang hamba 

Ini contoh acuan Subuh yang ketat (rigid) tapi tidak semesti begitu. Ketat? Huruf pertama setiap baris sengaja direka untuk mewakili waktu solat: S(ubuh), Z(ohor), A(sar), M(aghrib),I(syak).

Melaka, 13 Julai 2013/5 Ramadan 1434.

SOALAN LAZIM (FAQ)

1. Mengapa saya membuat formula PUISI517?

Sebelum ini saya menulis haiku. Pola haiku ialah 5-7-5 terdiri dari 17 suku kata. Saya tertarik dengan angka 17 yang tidak asing bagi setiap Muslim, yaitu solat wajib 5 waktu (terdiri dari 17 rakaat). Dalam waktu yang sama, saya merasakan menulis haiku yang baik dalam bahasa Melayu agak sukar karena setiap kata menpunyai suku kat yang lebih banyak berbanding on (moras) dalam bahasa Jepang.

Lantas saya mencoba menulis puisi semacam haiku terdiri dari 17 kata dan 5 larik (PUISI517). Ini sesuai dengan kehidupan saya sebagai seorang Muslim yang melaksanakan solat 5 waktu sehari dan semuanya tediri dari 17 rakaat ( 5 larik = solat lima waktu. 17 kata = 17 rakaat.)

Setiap aktivitas kita adalah ibadah jika dilaksanakan dengan niat ikhlas karena Allah. Ketika saya menulis puisi dengan pola 5 larik dan 17 kata, secara otomatis saya sadar bahwa saya adalah hamba Allah Yang Mahas Esa. Saya sadar bahwa saya wajib melakasanakan solat 5 waktu sehari yang rakaatnya berjumlah 17. Saya harus berusaha mencapai taqwa.

Apakah PUISI517 ini khusus membahas tentang ketuhanan, khususnya Islam saja?

Dilihat dari segi pola tuangnya, PUISI517 terdiri dari 5 larik dan 17 kata. Siapa saja boleh menghasilkan karya kreatif lewat pola tuang ini.

Temanya: Ketuhanan dan kerohanian mencakupi hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam.

Judulnya harus 1 kata sebagai lambang Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dari segi filosfisnya #‎PUISI517 adalah hasil dari penghayatan dan interaksi saya sebagai Muslim yang beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan utusanNya, Nabi Muhammad s.a.w. Ia mencakupi

  1. Nilai Tauhid (dilihat dari judulnya: 1 kata dan terletak paling atas sekali)
  2. Nilai Ibadah karena puisi ini mengacu kepada solat wajib lima waktu: acuan-acuan Subuh, Zohor,Asar, Maghrib, dan Isyak.)
  3. Nilai Akhlak sebagai hasil dari penghayatan Tauhid dan pelaksanaan Ibadah kepada Allah.

Jadi, seorang penyair non Muslim dapat menghasilkan Puisi517 berpandukan dengan pola tuangnya saja. Bagi penyair Muslim seyogianya menghayati nilai-nilai filosfis tersebut.

0 ulasan:

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter