Memaparkan catatan dengan label Alam Sekitar. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Alam Sekitar. Papar semua catatan

05 Oktober 2007

... dan bunga-bunga berguguran

Usai subuh hujan pun turun. Effendiuz berhenti sejenak di rumah itu menunggu hujan agak reda. Jarum jam menunjukkan 6:45.

Keadaan masih gerimis, tapi dia harus pulang untuk mengantar anaknya ke sekolah.
Allah jualah Yang menghantarkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan; kemudian Allah menyebarkan awan itu di langit sebagaimana Yang dikehendakiNya, dan menjadikannya berkelompok-kelompok; lalu Engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya. maka apabila Allah menurunkan hujan itu mengenai sesiapa Yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya, mereka serta merta bergembira; (Al-Qur'an, 30: 48)
Hujan reda pad 7:30, suasana nyaman. Apabila dia memandang di taman, kelihatan daun-daun berguguran.

"Alangkah indahnya!" ucapnya dalam hati sambil memuji Allah yang menciptakan alam semesta ini begitu indah.
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Al-Qur'an, 2:29)

05 Februari 2007

Jakarta banjir, hotel penuh


Jakarta bukan hanya kebanjiran air, tetapi juga kebanjiran tetamu di hotel berbintang lima. Bilik hotel Sari Pan Pacific, telah terisi penuh pada 4 Fabruari 2007 oleh mangsa banjir. Detik.com melaporkan, dari 400 bilik yang dimiliki hotel yang berada di Jalan MH Thamrin itu, 360 bilik telah terisi penuh. Sementara 40 lainnya masih dalam pengubahsuaian.
"Kita sampai nolak-nolak tamu kemarin. Kita tidak perkirakan itu," kata PR Manager Hotel Sari Pan Pacific Nieke P. Handayani kepada detikcom, Senin (5/1/2007).

Nieke mengatakan, sebagian besar tamu hotel adalah mangsa banjir. "Kebanyakan keluarga, bawa anak-anak dan bayi. Kemarin ada yang cerita pada saya kalau rumahnya kebanjiran," cerita Nieke.

Keadaan serupa juga berlaku di Hotel Nikko, tak jauh dari Bundaran HI. Sekitar 88 peratus bilik telah dipenuhi. Namun pihak hotel tidak dapat memastikan apakah pengunjung adalah korban banjir atau bukan. "Mereka tidak membawa barang yang mencolok. Tapi saya perkirakan pada Kamis, Jumat dan Sabtu banyak kalangan korporat yang tidak dapat kembali pulang ke rumah dan akhirnya nginap di sini," kata Public Relations Officer Niki Ramadanu W.

Setakat ini, menurut sumber pemerintah wilayah Jakarta, 20 orang mati dan 206 ribu terpaksa meninggalkan kediamanan masing-masing. Sedangkan Kementerian Kesihatan sebelum ini mengeluarkan data 18 mati, 2 hilang, dan 339510 orang terpaksa berpindah.

27 Mei 2006

Gempa di Yogya - 2874 tewas

Yogyakarta (Detikcom) - Hingga pukul 18.17 WIB, korban tewas akibat gempa dahsyat di Yogyakarta mencapai 2.874 orang. Jumlah ini terdiri dari 2.349 orang di Provinsi DI Yogyakarta, 522 orang di Kabupaten Klaten, dan 3 orang di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Data di DIY dikeluarkan Satkorlak DIY pada Sabtu (27/5/2006) malam. Angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah.

Rinciannya sebagai berikut: Yogyakarta 101 orang, Kulonprogo 7 orang, Gunungkidul 27 orang, Sleman 55 orang dan Bantul 2.159 orang.

Data korban tewas telah disampaikan oleh petugas Satkorlak kepada Presiden SBY saat mengunjungi Pendopo Kabupaten Bantul. Saat itu SBY diberi laporan bahwa total korban tewas di Bantul mencapai 2.159 orang.

Jumlah korban luka luka mencapai ribuan orang. Korban luka itu masih memenuhi hampir semua rumah sakit di Yogyakarta.

Data yang didapatkan detikcom, di Klaten, untuk sementara korban tewas mencapai 522 orang. Menko Kesra Aburizal Bakrie juga sudah menyatakan hal ini. Sedangkan, di Boyolali, korban tewas tiga orang.

Baru tahun lalu saya berkunjung ke Yogya. Anak saudara dan sepupu kami sedang belajar di sana. Rumah mereka ranap. Siang tadi mereka tidak dapat dihubungi kerana sistem komunikasi terputus.

Sahabat saya Prof. Dr. Syamsul Anwar dan Asril berada di daerah gempa. Saya tidak dapat menghubungi mereka. Mudah-mudahan mereka selamat. Amin! Belasungkawa kepada warga Yogya.