21 April 2005

Yogyakarta: Setelah 22 tahun... (Bahagian 02)



Hari ini, 21 April, bangsa Indonesia mengingatkan seorang perempuan bernama Raden Ajeng Kartini. Lahir pada tanggal 21 April 1879, putri Bupati Jepara tersebut adalah sosok wanita Indonesia yang kemudian menjadi monumental. Sebuah tulisan bahkan menjulukinya sebagai ibu nasionalisme Indonesia. Hari ini juga telah seminggu aku meninggalkan KLIA menuju Jakarta. Setelah 2 hari 2 malam di Jakarta, aku berangkat ke Yogyakarta menaiki bus eksekutif 'Lorena'. Setelah 11 jam di perjalananakhirnya sampai hasratku yang sekian lama terpendam untuk menatap wajah Yogya yang telah kutinggalkan 22 tahun yang lalu. Hari ini 12 Rabiul Awal, hari Maulidur Rasuul. Semoga kita diberi kekuatan dan kesatuan sebagai umat Islam. Jalan masih panjang dan berliku untuk mencapai umat yang cemerlang, gemilang dan terbilang.

Di Yogya acara maulid ini diperingati secara tradisi dengan sebutan sekaten. Perkataan ini berasal dari "syahadatain" artinya dua kalimah syahadah. Biasanya diadakan selama lebih kurang sebulan di alun-alun utara didepan kraton (istana) Yogyakarta. Kemuncaknya, perayaan Sekaten ditutup dengan Grebeg Maulud yang ditandai dengan keluarnya dua 'gunungan' iaitu rangkaian berbagai macam hasil pertanian untuk dibawa ke Masjid Besar, dan kemudian dibagikan ke warga masyarakat pengunjung perayaan Sekaten.. Begitulah biasanya, tapi setelah berberapa hari di Yogya, aku belum sempat menjenguk sekaten ini.


Pautan: Habis Gelap, (Belum) Terbit Terang
Sekaten Dimulai Besok, 14 April


Catat Ulasan